KKP Garap Kampung Budidaya Rumput Laut di Kawasan Indonesia Timur

PertaniankuRumput laut menjadi salah satu komoditas unggulan sektor perikanan dan kelautan, selain udang, kepiting, dan lobster. Hasil ekspor komoditas ini mampu menyumbang pendapatan negara.

rumput laut
foto: pixabay

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Tb. Haeru Rahayu, menjelaskan, ada dua dari tiga program terobosan yang diusung oleh KKP untuk memajukan sektor kelautan dan perikanan yang bermuara pada perikanan budidaya. Pertama, program yang meliputi pengembangan perikanan budidaya untuk ekspor yang didukung dengan kelautan dan perikanan. Kedua, program membangun kampung-kampung perikanan budidaya tawar, payau, dan laut yang berbasis kearifan lokal.

“Rumput laut memiliki prospek yang sangat bagus, namun memerlukan pendekatan holistik terhadap seluruh pemangku kepentingan seperti jajaran Pemerintah Pusat dan Daerah, stakeholder, akademisi, pelaku bisnis, media, hingga masyarakat,” papar Tb. Haeru seperti dilansir dari laman kkp.go.id.

Tb. Haeru menjelaskan, KKP sudah merancang rencana kerja melalui ekstensifikasi dan intensifikasi lahan budidaya. Rencana kerja tersebut dilakukan dengan peningkatan produksi dan pembukaan lahan baru. Rencana dibuat untuk mencapai target produksi rumput laut yang diperkirakan meningkat dari 9,78 juta ton menjadi 12,3 juta ton pada 2024.

“Pemerintah melakukan intervensi dengan membangun lahan baru berupa kampung rumput laut yang diproyeksikan akan dibangun mulai tahun depan di Maluku Tenggara dan Sumba Timur. Namun demikian, untuk lokasi yang lain tidak akan kita tinggalkan dan tetap akan kami lakukan pembinaan serta kami hubungkan dengan pihak swasta maupun lembaga permodalan untuk pengembangan daerahnya,” ungkap Tb. Haeru.

Tb. Haeru mengatakan bahwa pihaknya sudah bekerja sama dengan Yayasan Kalimajari dengan menerapkan pendampingan teknologi kepada pembudidaya di NTT, Papua, dan Papua Barat. Kerja sama tersebut dinilai mampu mendorong kemitraan untuk meningkatkan penelitian dan produksi bibit rumput laut. Hal ini menjadi bagian penting untuk mengembangkan budidaya rumput laut di Indonesia bagian timur.

Baca Juga:  Memahami Metode Penetasan Artemia Sebagai Pakan Alami Udang

“Selain itu, strategi, sistem penyediaan, dan distribusi rumput laut beserta pengetahuan budidayanya juga turut diperbaharui serta membangun keterlibatan intermediary bibit rumput laut swasta untuk sumber bibit yang berkelanjutan,” sambungnya.

Direktur Yayasan Kalimajari, IGA Agung Widiastuti, mengatakan, sudah ada beberapa upaya untuk menjaga ketersediaan dan keberlanjutan bibit berkualitas.

“Yang pertama, kami telah melakukan pengembangan kualitas bibit rumput laut bekerja sama dengan berbagai lembaga riset seperti BPPT dan Biotrop serta unit pelaksana teknis lingkup DJPB KKP. Kami juga menghubungkan entitas bisnis masuk ke daerah pengembangan serta memastikan produk bibit berkualitas sampai ke tangan pembudidaya dengan baik,” papar Widi.