KKP Gelar Pelatihan Diversifikasi Olahan Ikan

Pertanianku — Wabah Covid-19 yang terjadi hampir di seluruh belahan dunia sudah berdampak pada seluruh sektor perekonomian. Menanggapi hal tersebut, Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan menggelar Pelatihan Diversifikasi Olahan Hasil Perikanan di Balai Pelatihan dan Penyuluhan (BPP) Medan. Pelatihan diversifikasi olahan ikan bertujuan meningkatkan industri rumahan sebagai alternatif kegiatan ekonomi agar dapat terus berjalan.

diversifikaasi olahan ikan
foto: pixabay

Acara pelatihan tersebut diikuti oleh 30 peserta yang merupakan pelaku usaha di bidang pengolahan perikanan. Para peserta yang menghadiri pelatihan tersebut juga mendapatkan bantuan sosial yang diharapkan dapat memenuhi seluruh kebutuhan mereka. Acara tersebut berjalan lancar dengan mengikuti protokol kesehatan yang sudah dianjurkan seperti menerapkan physical distancing.

Para peserta yang hadir ditempatkan dalam 6 ruangan yang tersedia dan masing-masing ruangan berisi 5 peserta. Tempat duduk peserta masing-masing diberi jarak 2 meter. Para pelatih memberikan pelatihan melalui video conference.

Loading...

“Ini merupakan kali pertama BPP Medan melakukan pelatihan masyarakat secara campuran, yakni offline dan online di balai karena Medan sudah masuk dalam zona merah. Dikhawatirkan apabila pelatihan dilakukan di lapangan tempat masyarakat, physical distancing-nya kurang terjamin,” kata Kepala BPP Medan Mathius Tiku seperti dikutip dari laman kkp.go.id.

Pelatihan tersebut akan berlangsung selama dua hari. Materi yang akan diberikan kepada para peserta antara lain pembuatan surimi ikan, mengolah berbagai macam produk perikanan seperti bakso, nugget, pempek, siomay, kaki naga, dan mi ikan, serta pengetahuan lainnya tentang sanitasi dan higienitas produk perikanan.

Acara pelatihan dibuka langsung oleh Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia (BRSDM) Sjarief Widjaja, Kepala Pusat Pelatihan dan Penyuluhan Kelautan dan Perikanan (Puslatluh KP) Lily Apriliya Pergiwati, dan Kepala BPPP Medan Mathius Tiku melalui video conference.

Guna mendukung hasil implementasi dari pelatihan diversifikasi olahan ikan, KKP juga menyerahkan bantuan berupa peralatan-peralatan pengolahan sederhana yang bisa digunakan oleh para peserta untuk memulai usaha.

Baca Juga:  Pacet, Wilayah yang Berpotensi Sebagai Penghasil Bawang Putih Nasional

Sjarief mengatakan saat ini banyak ikan di TPI (Tempat Pelelangan Ikan) yang sulit untuk dipasarkan karena keterbatasan transportasi. Sudah saatnya para pelaku usaha untuk melakukan inovasi mengubah ikan tersebut menjadi produk olahan yang memiliki daya tahan lebih lama dengan harga jual yang lebih baik.

Loading...
Loading...