KKP Gelontorkan Bantuan Benih Benih Kakap Putih dan Pakan Ikan Guna Meningkatkan Perekonomian Masyarakat

Pertanianku — Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) mulai mengakselerasi program bantuan kepada masyarakat dengan memberikan bantuan benih kakap putih di Pangandaran dan pakan ikan di Kabupaten Ciamis. Program bantuan tersebut bertujuan menguatkan sektor perikanan budidaya yang menjadi salah satu tulang punggung ketahanan pangan dan pembangunan ekonomi di tengah pandemi.

benih kakap putih
foto: news.kkp.go.id

“KKP menginginkan produktivitas perikanan budidaya tetap berjalan, agar stok ikan tetap terjaga, makanya distribusi bantuan tetap kami jalankan meski Covid-19 masih belum usai. Harapannya untuk menguatkan ekonomi pembudidaya ikan dengan menekan biaya produksinya agar usaha budidayanya tetap berjalan,” papar Slamet Soebjakto, Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP seperti dikutip dari laman kkp.go.id.

Bantuan yang sudah digelontorkan diharapkan mampu mendongrkak pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya pembudidaya ikan, serta meningkatkan sumber devisa.

Kakap putih merupakan komoditas ekspor budidaya laut yang unggul. Nilai jualnya terbilang cukup tinggi dengan tingkat permintaan yang sama tingginya. Oleh karena itu, pemerintah terus berupaya untuk menggenjot produksinya.

Selain benih ikan, KKP juga memberikan dukungan seperti pemenuhan kebutuhan pakan ikan untuk para pembudidaya. Pakan ikan yang didistribusikan merupakan pakan ikan hasil produksi Unit Pelaksana Teknis Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya, seperti BBPBL Lampung.

Kepala BBPBL Lampung, Ujang Komarudin memaparkan bahwa pada awal 2021 jajarannya telah melakukan penyerahan bantuan benih kakap berukuran 3—4 cm sebanyak 50.000 ekor di Pangandaran. Bantuan tersebut diserahan kepada Pokdakan Kasembadan dan Do’i Berkah. Sementara itu, untuk bantuan pakan ikan nila yang dihasilkan dari unit produksi pakan ikan mandiri telah disalurkan sebanyak 10 ton dan diserahkan kepada 5 Pokdakan di Ciamis.

Pakan yang didistribusikan terjamin kualitasnya karena dibuat dari bahan baku yang berkualitas dan sudah mengacu pada Standar Nasional Indonesia (SNI). Bantuan pakan tersebut diharapkan mampu menjaga produktivitas dan mengurangi beban operasional pembudidaya kecil.

Baca Juga:  Lima Provinsi dan Kabupaten Mendapatkan Penghargaan Produktivitas Padi Tertinggi

“Saya berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan sebaik mungkin sehingga meringankan beban biaya produksi di pembudidaya untuk kelangsungan produksi mereka,” ujar Ujang.

Selain mampu menjaga roda perekonomian, bantuan tersebut juga berguna untuk menjaga stok kebutuhan ikan nasional, khususnya produk perikanan budidaya di daerah.