KKP Kembangkan Desa Wisata Hiu Paus untuk Genjot Perekonomian Masyarakat

Pertanianku — Hiu paus (Rhincodon typus) merupakan biota laut yang dilindungi dan memiliki daya tarik yang berpotensi untuk dikembangkan menjadi aset wisata bahari. Kementerian Kelautan dan Perikanan melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Ditjen PRL) berencana ingin mengembangkan desa wisata hiu paus untuk menggenjot perekonomian sembari tetap menjaga keberlangsungan hidup biota tersebut.

desa wisata hiu  paus
foto: news.kkp.go.id

“Kami berharap dengan pengembangan Dewi Bahari dengan ekosistem yang ada, biota yang ada, berkembang juga nilai tambah ekonomi masyarakat. Harapannya, ketika masyarkat terlibat dari awal, mulai dari proses perencanaan hingga eksekusinya, mereka dengan sendirinya akan ikut melestasikan biota tersebut dan memperbaiki kondisi pemukimannya,” jelas Miftahul Huda, Direktur Jasa Kelautan (Jaskel) Ditjen PRL seperti dikutip dari laman kkp.go.id.

Dewi Bahari merupakan konsep pengembangan desa wisata yang mengangkat biota hiu paus dan lingkungan desa tersebut. Nantinya, pengembangan desa wisata ini akan dilakukan berbasis komunitas. Oleh karena itu, perlu dilakukan pembinaan, pembangunan infrastruktur, pengembangan ekonomi, dan monitoring evaluasi.

Loading...

Konsep pengembangan desa wisata ini diharapkan mampu menyeimbangkan kondisi perekonomian di kawasan wisata. Dengan begitu, masyarakat asli (sekitar) bisa merasakan manfaat dari kunjungan wisatawan, dan wisatawan bisa menikmati keindahan hiu paus tersebut.

“Jangan sampai keberadaan hiu paus hanya dinikmati sebagian orang atau pelaku wisata tetapi masyarakat desa tertinggalkan. Dengan konsep itu, kita ingin melihat partisipasi desa dari sisi ekonomi dan dari sisi upaya pelestarian biota yang ada di sana,” jelas Huda.

Perairan Indonesia merupakan habitat yang tepat untuk hiu paus. Hal ini terbukti dari seringnya ditemukan jenis biota hiu paus di perairan Sabang, Situbondo, Botubarani-Bonebolangi, Talisayan-Berau, Pantai Bentar-Probolinggo, Laut Sawu-NTT, Teluk Saleh-NTB, Kaimana, dan Teluk Cenderawasih-Papua.

Baca Juga:  Aplikasi Laut Nusantara Memudahkan Nelayan Saat Melaut

Di beberapa lokasi kemunculan hiu paus disertai dengan atraksi yang mengundang perhatian wisatawan. Para wisatawan bsia mengamati kemunculan hiu tersebut melalui perahu, snorkeling, dan menyelam.

Di Botubarani Gorontalo, pengembangan wisata hiu paus sudah dilakukan sejak 2015. Wisatawan bisa melihat berbagai atraksi hiu paus dan bisa berinteraksi dengan biota tersebut. Pasalnya, hiu paus merupakan biota yang terkenal jinak sehingga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

 

 

 

 

Loading...
Loading...