KKP Kembangkan Udang Putih Asli Indonesia


Pertanianku – Kementerian Kelautan dan Perikanan RI (KKP) melalui Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara, tengah mengembangkan udang strain baru, yakni Penaeus merguensis atau dengan nama lokal udang putih. Dalam teknis budidayanya sendiri, udang ini tergolong jenis baru dan merupakan udang asli Indonesia.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto, mengungkapkan bahwa udang merguensis merupakan udang asli Indonesia yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan. Menurutnya, KKP melalui BBPBAP Jepara akan mulai menginisiasi pengembangan jenis ini.

“Kita akan angkat udang merguensis ini sebagai kandidat baru dalam bisnis perudangan nasional. Apalagi ini merupakan udang asli Indonesia sehingga kita punya tanggung jawab untuk mempertahankan keragaman jenis udang lokal Indonesia,” kata Slamet, beberapa waktu lalu, seperti mengutip Kompas (9/6).

Dijelaskan bahwa ketersediaan induk hampir tersedia di seluruh wilayah perairan Indonesia sehingga memudahkan untuk pengembangan komoditas ini. Siklus reproduksi udang ini juga relatif singkat dibanding udang windu. Bahkan, umur 6 bulan atau pada ukuran berat 30—40 gr telah dapat dijadikan induk, sedangkan udang windu membutuhkan waktu sekitar 1,5 tahun. Keunggulan lain dari udang merguensis ini adalah pertumbuhan yang relatif baik dengan mengandalkan kadar protein pakan yang rendah, yaitu pada kisaran 24—28% dan lebih banyak memanfaatkan detritus sehingga secara otomatis biaya produksi usaha akan lebih efisien. Udang putih lebih tahan terhadap penyakit dan disamping itu cita rasanya dikenal lebih enak dibanding udang vaname.

“Saya rasa udang merguensis ini memiliki keunggulan komparatif, dan sangat potensial menjadi peluang usaha baru bagi para pembudidaya. Ini menjadi kabar baik sekaligus awal yang baik untuk pengembangan industri udang nasional ke depan,” kata Slamet.

Baca Juga:  Kementan Tanam Bawang Putih di Tiga Lokasi Secara Serempak

“Upaya perekayasaan pada jenis udang ini memberikan hasil sangat menggembirakan, ke depan BBPBAP Jepara siap untuk menjadi pionir pengembangan udang merguensis di seluruh Indonesia,” tegas Slamet.

Sebelumnya Ditjen Perikanan Budidaya melalui Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Ujung Batee, Aceh, telah berhasil melakukan pembenihan udang pisang yang merupakan jenis udang endemik Aceh. Eksplorasi melalui domestikasi udang asli Indonesia, disamping akan menghasilkan nilai ekonomi, juga di sisi lain memiliki arti penting dalam mempertahankan khasanah kekayaan sumber daya udang yang ada di Indonesia.

loading...
loading...