KKP Lakukan Pengembangan Kapasitas dan Potensi Diri Melalui Optimalisasi Pelatihan Daring

Pertanianku — Pandemi Covid-19 menjadi perhatian khusus bagi pemerintah, tak terkecuali Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). KKP melalui Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) terus melayani masyarakat untuk melakukan pengembangan kapasitas dan potensi diri melalui optimalisasi pelatihan daring (online) atau electronic learning. Pelatihan yang dikembangkan ini dilakukan melalui platform video conference.

KKP
foto: pixabay

Kepala BRSDM, Sjarief Widjaja, mengatakan bahwa pelatihan daring ini dilakukan untuk mengembalikan kondisi ekonomi masyarakat yang terdampak Covid-19. Acara pelatihan yang digelar secara daring juga tetap memerhatikan protokol kesehatan yang sudah ditetapkan.

Menurut Sjarief, teknologi komunikasi dan informasi saat ini menjadi hal utama yang membantu jalannya aktivitas seperti normal di tengah keterbatasan. Saat ini masyarakat juga sudah mulai beralih dari ekosistem konvensional menjadi ekosistem digital.

Loading...

Namun, pelatihan yang disampikan secara daring membutuhkan strategi khusus karena bagaimana pun cara penyampaian via daring dan langsung memiliki perbedaan yang sangat signifikan. Selain itu, ada keterbatasan yang harus diatasi, yaitu waktu dan ruang pertemuan. Melalui daring, waktu pertemuan tidak bisa terlalu lama.

“Kita tidak dapat bertemu langsung dengan audiens dan tidak dapat menatap layar dan terkena radiasi terlalu lama. Oleh karena itu, para pelatih harus memiliki strategi berbeda dalam penyampaian pesan,” tutur Sjarief seperti dikutip dari laman kkp.go.id.

Ada beberapa strategi yang sudah disediakan oleh BRSDM. Pertama, melihat kapasitas pelatih yang dipilih.

“Seorang pelatih harus mampu menyampaikan pesan dengan bahasa yang ringan ditambah dengan ilustrasi gambar-gambar, film animasi, dan sebagainya atau menggelar diskusi kelompok. Ini jauh lebih efektif dibandingkan tulisan atau verbal yang panjang,” jelas Sjarief.

Strategi kedua adalah modul yang digunakan untuk pelatihan. Modul tersebut harus disesuaikan dengan karakteristik ekosistem digital.

Baca Juga:  Hari Pangan Sedunia: Tantangan Petani dari Tahun ke Tahun

Strategi ketiga adalah sarana dan prasarana yang digunakan untuk pelatihan. Pusat Pelatihan dan Penyuluhan Kelautan dan Perikanan (Puslatluh KP) diminta untuk membuat standar prasarana yang dibutuhkan untuk menyukseskan jalannya acara pelatihan, baik dari segi teknologi mapun peralatan cadangan untuk mengatasi kendala teknis yang bisa saja terjadi.

Keempat, regulasi yang digunakan untuk memberikan perlindungan bagi pelatih dan peserta. Selain itu regulasi yang digunakan harus bisa mendorong peserta untuk berprestasi.

Strategi kelima, membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya pelatihan digital agar mereka bisa mengambil banyak manfaat dari pelatihan tersebut, tidak sekadar ikut-ikutan. Pelatihan yang digelar oleh KKP mengombinasikan pelatihan secara daring dengan praktik yang langsung dipimpin oleh seorang ahli.

Loading...
Loading...