KKP Panen Lele Sistem Bioflok di daerah Perbatasan RI–Malaysia


Pertanianku — Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) panen lele sistem bioflok untuk kesekian kalinya. Kali ini panen lele bioflok sukses dilakukan di Entikong, Kabupaten Sanggau. Kalimantan Barat, perbatasan Indonesia–Malaysia, Jumat (3/11).

lele sistem biflok
Shutterstock

Pada kesempatan ini, panen dilakukan pada 10 kolam lele bioflok berdiameter 3 m. Masing-masing kolam mampu menghasilkan rata-rata sebanyak 300 kg lele dengan ukuran 7—8 ekor per kg.

Total panen mencapai sekira 3 ton, dengan harga jual Rp24.000 per kg. Maka, nilai produksi dari panen kali ini mencapai Rp72 juta. Waktu pemeliharaannya pun sangat singkat, yaitu hanya 70 hari sehingga dalam satu tahun bisa dilakukan 4—5 kali panen.

Ketua kelompok Maju Terus, Mardiansyah, menjelaskan bahwa dengan biaya produksi per kg sebesar Rp16.000, maka kelompok mampu memperoleh keuntungan sekitar Rp8.000 per kg atau total sekira Rp24 juta keuntungan yang bisa didapat.

Ia juga mengungkapkan, untuk pemasaran pun saat ini kelompok tidak mengalami kendala berarti.

“Harga ikan lele di sekitar Sanggau saat ini cukup baik, biasanya pengepul mengambil di petani dengan harga Rp 22.000 sampai Rp 24.000 per kg. Selain ke pengepul, kami pun menjualnya ke masyarakat sekitar sini (Sanggau), untungnya lumayan, bisa paling kecil Rp6.000 sampai Rp8.000 tiap kilo,” ujar Mardiansyah dikutip dari situs Jitunews.com, Selasa (7/11).

Lebih jauh, Mardiansyah menceritakan bahwa untuk pasar sekitar Entikong, harga eceran bisa mencapai Rp30 ribu—Rp32 ribu/kg. Sebagian pembelinya adalah warga negara Malaysia. Mereka lebih suka dengan ikan lele dari Indonesia karena dianggap lebih bersih dan cara pemeliharaannya lebih baik.

Sekretaris Ditjen Perikanan Budidaya, Tri Hariyanto, mengungkapkan bahwa pengembangan budidaya lele bioflok di Entikong ini merupakan bagian dari program prioritas KKP. Program prioritas ini ditujukan untuk masyarakat di perbatasan, pondok pesantren, dan lembaga pendidikan.

Baca Juga:  Aksi Penjualan Ratusan Telur Penyu Digagalkan Aparat Kepolisian Jember

“Tahun 2017 ada sekitar 203 paket budidaya lele bioflok yang disalurkan kepada masyarakat di seluruh Indonesia. Penerimanya bisa pondok pesantren, seminari maupun kelompok-kelompok masyarakat di perbatasan. Bukan hanya di Entikong, daerah perbatasan lainnya juga mendapatkan bantuan serupa seperti di Kabupaten Belu NTT, Sarmi dan Wamena di Provinsi Papua,” papar Hariyanto.

loading...
loading...