KKP Perkuat Ekosistem Karbon Biru Guna Hambat Laju Perubahan Iklim

Pertanianku— Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, menjelaskan, strategi ekonomi biru yang tengah diterapkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memiliki banyak tujuan, salah satunya untuk meningkatkan kesehatan laut dalam rangka menekan laju perubahan iklim. Strategi yang dilakukan adalah penguatan ekosistem karbon biru dengan memperluas dan menjaga secara ketat kawasan konservasi mangrove, padang lamun, dan terumbu karang.

ekosistem karbon biru
foto: Pixabay

KKP juga menerapkan kebijakan penangkapan ikan terukur berbasis kuota, pengembangan perikanan budidaya berkelanjutan, serta penataan pemanfaatan ruang laut dan pulau-pulau kecil yang mengutamakan perlindungan ekosistem.

Strategi yang tengah dijalankan oleh KKP bertujuan melindungi ekosistem laut dan pesisir yang berkontribusi secara signifikan dalam memitigasi dan mengatasi perubahan iklim. Selain itu, laut memang memiliki peran penting sebagai sumber pangan dunia, jalur transportasi, dan kegiatan ekonomi.

“Kita sedang dihadapkan pada situasi di mana kita harus menjaga alam bersamaan dengan ekonomi yang harus terus berkembang. Laut dan ekosistem pesisir mempunyai fungsi penting dalam pengendalian perubahan iklim dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” terang Trenggono seperti dilansir dari laman kkp.go.id.

Berdasarkan data, Indonesia memiliki peran penting untuk mitigasi perubahan iklim dari aspek blue carbon. Pasalnya, di Indonesia terdapat ekosistem mangrove seluas 3,36 juta hektare dan padang lamun seluas 3 juta hektare. Ekosistem mangrove dan padang lamun itu berpotensi menjadi cadangan blue carbon dunia sebanyak 17 persen.

“Kemampuan karbon biru ini sering dikatakan lebih besar dibandingkan kemampuan yang sama dari vegetasi daratan atau karbon hijau,” kata Trenggono.

KKP bekerja sama dengan berbagai pihak untuk menjalankan strategi ini, salah satunya adalah Kementerian Lingkungan Hidup (KLHK) dan Kehutanan. KKP bersama KLHK tengah membahas restorasi ekosistem mangrove dan memperluas kawasan konservasi.

Baca Juga:  Sejarah Panjang Penyakit Mulut dan Kuku yang Sempat Musnah di Indonesia

“Kami bersama-sama bersama Kementerian LHK untuk membuat terobosan-terobosan untuk menjaga lingkungan laut yang diyakini lebih besar dalam penyerapan emisi karbon dapat selalu terjaga,” ujarnya.

Trenggono berharap prinsip ekonomi biru ke depannya dapat menjaga ekosistem laut dalam jangka panjang. Dengan demikian, tercipta lapangan kerja baru yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir dan memperkuat ekonomi nasional.