KKP Selenggarakan Pelatihan Pembuatan Gillnet

Pertanianku — Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyelenggarakan Pelatihan Pembuatan Jaring Insang (Gillnet) untuk 50 nelayan di Kota Palembang pada 27—28 Juli 2020. Pelatihan tersebut dilakukan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, khususnya nelayan yang mencari pemasukan dengan menangkap ikan.

gillnet
foto: pixabay

Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) Sjarief Widjaja, menjelaskan bahwa gillnet merupakan alat tangkap yang bisa digunakan oleh nelayan di Kota Palembang untuk mengoptimalkan potensi perairan umum ataupun laut yang besar di wilayah tersebut.

“Selain karena Menteri Edhy ingin mendorong perikanan budidaya Sumatera Selatan agar terus berkembang, potensi perikanan tangkap di wilayah ini juga sangat besar,” jelas Sjarief seperti dikutip dari laman kkp.go.id.

Loading...

Pelatihan tersebut dilakukan dengan sistem semi-blended dan dipandu oleh instruktur yang berasal dari Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BP3) Medan. Pembuatan alat tangkap gillnet didemonstrasikan secara virtual melalui platform pelatihan digital milik KKP, yaitu e-Jaring.

Para peserta yang ikut pelatihan tersebut bisa mengikuti praktik dan pendampingan penyuluhan di Balai Riset Perikanan Perairan Umum dan Penyuluhan Perikanan (BRPPUPP) Palembang.

Pelatihan yang digelar secara semi-blended bertujuan mematuhi kebijakan physical distancing yang masih berlaku hingga saat ini. Kepala Dinas Perikanan Kota Palembang yang diwakili oleh Kepala Bidang Perikanan Tangkap Rini Setiarni menyambut baik hal tersebut.

Gillnet merupakan alat tangkap pasif yang bisa digunakan untuk menggiring banyak ikan. Alat tersebut bisa digunakan tunggal ataupun dalam satuan besar. Anggota Komisi IV DPR RI, Reni Astuti, menyambut baik pelatihan tersebut. Reni berharap para nelayan bisa memanfaatkan alat tangkap tersebut secara berkelanjutan.

“Dengan gillnet ini, saya berharap nelayan bisa mengeksploitasi ikan dengan lebih selektif lagi, dengan memenuhi aturan minimum ikan yang diizinkan oleh pemerintah,” tutur Reni.

Baca Juga:  Waspada! Ikan Buntal Bisa Menyebabkan Kematian

Selain bisa memberikan ilmu kepada nelayan, pelatihan tersebut diharapkan bisa menjadi solusi meningkatkan ekonomi keluarga nelayan di tengah masa sulit ini. Peningkatan kapasitas nelayan melalui pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan konsumsi ikan masyarakat Kota Palembang. Pasalnya, Reni menjelaskan, saat ini tingkat konsumsi ikan masyarakat Palembang masih lebih rendah dibanding Kota Banyuasin.

 

 

 

Loading...
Loading...