KKP Terapkan Sertifikasi Tepung Ikan Lokal Guna Mendukung Kemandirian Pakan

Pertanianku — Pakan menjadi kebutuhan yang sering mengalami kendala, salah satunya harga jual yang tinggi sehingga memberatkan beban operasional budidaya perikanan. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, Kementerian Kelautan dan Perikanan mencanangkan kemandirian pakan ikan dengan cara menerapkan sertifikasi tepung ikan lokal.

sertifikat tepung ikan lokal
foto: pertanianku

Tepung ikan merupakan bahan utama dari produksi pakan ikan. Selama ini pakan ikan masih dimpor sehingga harga produksi pakan cukup tinggi. Dengan memproduksi pakan ikan sendiri, pemerintah bisa menjamin ketersediaan pakan ikan mandiri.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto menjelaskan bahwa target produksi perikanan budidaya pada 2021 sebesar 19,47 juta ton. Target tersebut diperkirakan akan membutuhkan pakan sebanyak 9,6 juta ton yang terdiri atas 1,8 juta ton pakan udang dan 7,8 juta ton pakan ikan.

“Kalau kita asumsikan penggunaan tepung ikan sekitar 20 persen dari komposisi formulasi pakan udang dan 10 persen untuk komposisi formulasi pakan ikan, maka akan diperlukan sekitar 1,14 juta ton tepung ikan di tahun 2021,” papar Slamet seperti dikutip dari laman kkp.go.id.

Merujuk dari besaran jumlah kebutuhan tepung ikan untuk semua sektor budidaya perikanan, diperlukan adanya peningkatan produksi tepung ikan di dalam negeri. Peningkatan tersebut harus dilakukan dari segi kualitas dan kuantitas.

“Menggunakan tepung ikan lokal bersertifikat akan menjamin kualitas pakan yang dihasilkan sehingga dapat mendukung usaha perikanan budidaya ke depannya,” ujar Slamet.

Pengembangan bahan baku pembuatan pakan ikan telah masuk dalam arahan kebijakan strategi untuk 2020 hingga 2024. Sertifikasi tepung ikan lokal menjadi salah satu upaya mendukung kebijakan strategi tersebut.

KKP akan mempersiapkan sertifikasi tepung ikan yang meliputi sertifikasi proses penangkapan ikan sebagai bahan baku.

Baca Juga:  Penyakit Velvet, Penyebab Ikan Cupang Berenang Cepat Tak Terarah

“Jangan sampai karena ingin memproduksi tepung ikan lokal kita mengeksploitasi sumber daya ikan dalam negeri seperti ikan rucah. Akan diatur bagaimana penangkapan ikan menggunakan alat-alat yang ramah lingkungan. Serta cara-cara penangkapan ikan yang diperbolehkan,” terang Slamet.

Sementara itu, Direktur Pakan dan Obat Ikan, Mimid Abdul Hamid menjelaskan langkah-langkah yang bisa mendukung optimalisasi tepung ikan nasional, yaitu dengan selalu bekerja sama dalam menyusun strategi penyediaan bahan baku, pendataan, dan pemetaan produsen tepung ikan nasional, baik skala industri maupun rumah tangga.