Klaster Tambak Udang KKP Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Aceh Timur

Pertanianku Klaster tambak udang vaname di Kabupaten Aceh Timur, Provinsi Aceh yang dibangun oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah berhasil meningkatkan ekonomi masyarakat setempat. Tak hanya itu, rupanya tambak tersebut dapat menjadi sarana edukasi budidaya yang modern dan ramah lingkungan, bahkan menjadi daya tarik pariwisata.

klaster tambak udang
foto: Pertanianku

Tambak udana vaname berkelanjutan KKP berada di Desa Matang Rayeuk. Tambak tersebut sudah berhasil panen sebanyak 25 ton atau setara Rp1,8 miliar. Kawasan tambak terdiri atas sembilan petak dengan luas masing-masing 1.800 meter persegi. Tambak tersebut telah dilengkapi dengan instalasi pengolahan air limbah (IPAL) dan tandon air.

“Klaster tambak ini pemerintah bangun untuk meningkatkan produktivitas sehingga kesejahteraan masyarakat jadi naik. Target saya, bagaimana indeks kesejahteraannya meningkat 140. Dengan demikian, maka kesejahteraan masyarakat petambak akan meningkat,” tutur Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, seperti dikutip dari laman kkp.go.id.

Saat ini KKP tengah membangun klaster tambak udang vaname lain di Desa Paya Gajah, Aceh Timur. Kawasan tersebut terdiri atas delapan tambak, dengan luas per tambaknya sekitar 3.000 meter persegi. Pembangunan tambak dijadwalkan rampung pada November 2021. Tambak ini ditargetkan untuk memproduksi 34,5 ton per hektare per tahun.

Trenggono menjelaskan, mulanya tambak-tambak tersebut dikelola secara tradisional oleh masyarakat. Selanjutnya, direvitalisasi melalui program KKP menjadi tambak udang model klaster sehingga produktivitasnya dapat meningkat lebih tinggi dibanding sebelumnya. Selain itu, tambak juga menjadi ramah lingkungan.

Melalui program revitalisasi tersebut, KKP menargetkan peningkatan hasil panen udang vaname mencapai 2 ton per hektare. Hal ini menjadi salah satu strategi KKP untuk mencapai target produksi udang nasional sebanyak 2 juta ton per tahun pada 2024.

Baca Juga:  Geliat Desa Wisata Bahari Melindungi Lingkungan Pesisir

Tujuan lain dari pengelola klaster tambak budidaya udang vaname adalah sarana edukasi bagi masyarakat pembudidaya. Trenggono optimis, Aceh dapat menjadi salah satu daerah penghasil udang terbesar di Indonesia yang berkontribusi pada target produksi udang nasional.

Aceh Timur dipilih sebagai lokasi pembangunan klaster tambak udang vaname percontohan karena kondisi alamnya yang masih mendukung. Kualitas air di kawasan tersebut masih sangat baik dan lahan yang tersedia masih luas. Selain itu, minat masyarakat akan budidaya udang vaname juga besar.

Klaster tambak di Aceh Timur ini di bawah pendampingan Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Ujung Batee Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) KKP.