Kokedama, Teknik Merawat Tanaman yang Unik


Pertanianku – Bagi banyak kalangan tanaman merupakan pelengkap keindahan pada taman dan pekarangan rumah. Oleh karena itu, banyak orang yang menginginkan adanya tanaman di pekarangan rumah mereka. Namun, adanya keterbatasan lahan membuat banyak orang mengubur keinginannya untuk memiliki pekarangan di rumah. Apakah Anda termasuk di antaranya? Jika ya, Anda tidak perlu bersedih lagi. Sekarang ini banyak alternatif yang bisa Anda lakukan untuk memiliki tanaman di rumah, salah satunya dengan metode kokedama.

Kokedama, Teknik Merawat Tanaman yang UnikKokedama adalah sebuah teknik menanam dengan media lumut. Kokedama biasa juga disebut sebagai bola lumut Jepang. Teknik bertanam ini menggunakan tanah sebagai media tanam yang dilapisi lumut kemudian dibentuk bulat.

Restu, mahasiswi Universitas Padjajaran, Bandung bersama rekannya mencoba berinovasi dengan menciptakan peluang bisnis baru dengan menjual kokedama. Kokedama yang mereka jual, ditanami kaktus. “Sekarang ini rata-rata orang ingin punya tanaman di rumah, tapi mereka sibuk pergi ke kantor dan mau punya tanaman yang gampang dirawatnya, makanya kita buat seperti ini,” ujar Restu.

Kokedama cukup direndam di dalam air selama satu menit sebanyak satu kali dalam tiga hari. Tanaman ini pun tidak masalah jika terkena sinar matahari, asalkan jangan terkena sinar matahari secara langsung. Selain itu, kokedama juga bisa diletakkan di dalam ruangan. Namun, harus tetap terkena cahaya sinar matahari.

Menurut Restu, di Indonesia memang tidak pernah ditemui  tanaman kokedama, tapi di luar negeri, sudah banyak orang yang memilih tanaman kokedama untuk hiasan jalan-jalan di kota ataupun di rumahnya. “Semua jenis tanaman bisa menggunakan media tanam kokedama, kecuali tanaman yang biasa hidup di air tidak bisa memakai teknik ini,” jelas Restu.

Baca Juga:  Paduan Steak dan Keju Berikan Pengalaman Kuliner yang Menarik

Selain menjalankan bisnis kokedama, Restu juga berharap yang diperkenalkannya ini dapat membuat orang semakin banyak tertarik untuk merawat tanaman, karena mayoritas orang sekarang ini hanya sibuk bekerja. “Jadi sambil bekerja, bisa sambil merawat tanaman dan untuk anak-anak, mereka juga bisa belajar merawat tanaman. Makanya kami juga menambahkan kaki, tangan, dan mata, biar tambah lucu,” ungkap Restu.

loading...
loading...