Kolam Filter yang Cocok untuk Ikan Nila

Pertanianku — Budidaya nila harus dilengkapi dengan kolam filter yang berfungsi menyaring sekaligus menjamin kualitas pasokan air yang masuk ke kolam. Dengan begitu, air yang masuk memiliki kriteria kualitas dan kuantitas yang dibutuhkan dalam budidaya nila.

kolam filter
foto: Pertanianku

Ada dua tipe kolam filter yang dapat Anda pilih. Pertama, kolam filter yang terbagi menjadi dua bagian. Kedua, kolam filter yang terdiri atas sepertiga bagian.

Bila memilih tipe pertama, Anda perlu mempersiapkan kolam yang terbagi menjadi dua bagian, yaitu kolam pengendapan dan kolam treatment. Kolam pengendapan biasanya disekat menjadi beberapa saluran kecil yang berliku-liku. Dengan demikian, peluang mengendapnya partikel-partikel besar semakin banyak.

Anda dapat menambahkan tanaman air, batu karang atau arang, dan berikan aerasi agar air yang sudah relatif jernih banyak mengandung oksigen terlarut.

Kolam filter harus dibersihkan secara berkala. Kolam dibersihkan setiap 3–6 bulan sekali. Hal itu bergantung pada kondisi pasokan air yang digunakan. Selain itu, dilakukan pengukuran kualitas air terhadap parameter-parameter penting, antara lain oksigen terlarut, amoniak, dan suhu.

Untuk pembenihan, air kolam sebaiknya diganti sebanyak 10–20 persen per hari. Sementara itu, untuk tahap pembesaran, pergantian air sebaiknya dilakukan sebanyak 10–25 persen.

Sementara itu, untuk kolam filter tipe kedua terdiri atas sepertiga bagian. Bagian pertama adalah penyaringan bahan-bahan kotoran atau sampah besar. Bagian kedua, digunakan untuk menyaring kotoran yang berukuran kecil atau lembut. Sementara itu, bagian ketiga berisikan bahan-bahan yang bersifat menyerap amoniak dan zat-zat lain yang merugikan jika terus dialirkan ke kolam.

Filtrasi amoniak sangat penting dilakukan karena biasanya air yang dialirkan ke kolam tanah ikan nila adalah air yang berasal dari pengairan bekas persawahan yang mengandung zat-zat tersebut.

Baca Juga:  Budidaya Udang Vaname Superintensif, Panen Dua Kali Lipat

Ukuran filter mengikuti besarnya ukuran kolam. Misalkan, ukuran luas kolam adalah 100 m2, filter yang digunakan sebaiknya memiliki luas 10–15 m2. Pada bagian filter yang menyaring kotoran kasar atau sampah berukuran besar biasanya menggunakan bahan berupa batu bata yang dibentuk berlapis seperti tembok tanpa menggunakan semen, atau dapat menggunakan jaring.

Sementara itu, untuk menyaring kotoran kecil biasanya menggunakan kerikil atau pecahan batu bata. Untuk kolam terakhir yang menyerap zat-zat merugikan, biasanya menggunakan batu kapur atau zeolit.