Kolam Terpal untuk Ikan Gabus

Pertanianku — Budidaya ikan gabus bisa menggunakan berbagai wadah pemeliharaan, mulai dari kolam terpal hingga kolam beton. Kolam ikan gabus yang terbilang lebih murah dan mudah diterapkan adalah kolam terpal. Kolam ini cocok untuk di area tanah berpasir seperti pantai.

kolam ikan gabus
foto: pertanianku

Kolam terpal dibuat dengan menggali dan meratakan dasar tanah. Selanjutnya, dinding hingga dasar kolam dilapisi dengan terpal. Ada juga kolam yang dimodifikasi dengan menggunakan dinding batako, tetapi dasarnya tetap tanah. Setelah itu, kolam dilapisi terpal. Kolam terpal juga bisa dibuat dengan menggunakan kerangka dari kayu, bambu, atau logam.

Apabila Anda memilih kolam di atas tanah tanpa menggalinya, pastikan kerangka yang dibuat kokoh untuk menahan volume air kolam.

Umumnya, kolam dibuat dalam bentuk persegi panjang dengan ukuran beragam, bergantung pada skala yang Anda jalani. Kedalaman kolam biasanya 1 meter.

Kolam yang baru dibuat tidak bisa langsung digunakan untuk memelihara ikan. Kolam tersebut harus direndam terlebih dahulu dengan air selama tiga hari. Agar plankton bisa tumbuh di dalam kolam, berikan probiotik atau pupuk kandang ke dalam kolam, lalu diamkan selama satu minggu.

Kolam ikan gabus yang terbuat dari terpal dapat memudahkan pengerjaan pengontrolan terhadap predator dan kompetitor dari alam. Selain itu, meski proses penyesuaian kolam berjalan cukup lama, proses pengeringan kolam dapat berjalan lebih cepat, hanya sekitar 1–2 jam.

Meskipun lebih murah dan mudah dalam pembuatan ataupun pemeliharaan, kolam terpal tentu saja memiliki kelemahan yang perlu Anda antisipasi. Kelemahan pertama kolam terpal adalah kondisi suhu dan pH yang tidak sesuai. Permasalahan ini bisa diatasi dengan pemberian sekam (kulit padi) atau serbuk gergaji pada dasar kolam sebelum ditutup terpal.

Baca Juga:  Jabu Dekke Jadi Harapan untuk Dongkrak Nilai Ekonomi Produk Perikanan

Kelemahan selanjutnya kolam terpal adalah tidak banyak tersedia pakan alami, seperti plankton dan hewan renik. Hal ini karena pakan alami tersebut sulit berkembang.

Kelemahan ketiga yang sering dialami adalah sulitnya mencari ukuran terpal yang sesuai dengan ukuran kolam yang diinginkan. Selain itu, bahan pelapis elastis yang dipilih biasanya mengandung zat berbahaya. Oleh karena itu, kolam ini harus diolah terlebih dahulu.

Terakhir, daya tahan kolam terpal terbilang singkat. Pasalnya, terpal bisa saja sobek atau rusak saat terkena permukaan benda yang tajam. Oleh karena itu, Anda perlu melakukan pemeliharaan kolam secara rutin dan hati-hati.