Kolestrol Aman dan Jantung Sehat Dengan Bawang Putih


Pertanianku – Bawang putih yang mengandung allicin dan aliin bermanfaat sebagai antikolesterol dan memperkecil gejala dari penyakit jantung dan menyembuhkan tekanan darah tinggi. Pada salah satu studi yang diedarkan dalam The Journal of The Royal College of Physicians oleh Silagy CS dan Neil HAW tahun 1994, mengungkapkan bahwa bawang putih merupakan pelopor untuk mengurangi lemak dalam tubuh dan yang terpenting ialah membantu proses penyembuhan dari kadar kolesterol tinggi. Penurunan kadar kolesterol dapat mencapai 12% dari total kolesterol yang dimiliki jika rajin mengonsumsi bawang putih secara teratur. Penurunan ini dapat terjadi selama empat minggu perawatan.

Kolestrol Aman, Jantung Sehat

Khasiat bawang putih dalam menurunkan kolesterol sudah teruji dalam berbagai riset yang dilakukan oleh para ahli dan tertuang dalam jurnal-jurnal kedokteran di seluruh penjuru dunia. Menurut mereka, umbi bawang putih memang bersifat antioksidan yang kuat sehingga dapat menghambat proses penuaan. Terbukti pula, pemberian ekstrak bawang putih selama beberapa bulan dapat menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan menaikkan kolesterol baik (HDL) sehingga bermanfaat melindungi pembuluh darah dari timbulnya aterosklerosis dan mengurangi risiko penyakit jantung koroner. Mereka juga menemukan bukti bahwa pada individu yang mengonsumsi umbi bawang putih, kegiatan fibrinolitiknya meningkat sehingga dapat menghambat pembekuan darah yang merupakan salah satu penyebab serangan jantung.

Sebuah riset di Los Angeles, Amerika Serikat, mengungkap bukti baru yang mendukung manfaat bawang putih bagi kesehatan pembuluh darah. Ekstrak bawang putih dalam bentuk pil diyakini memiliki potensi besar mencegah terjadinya aterosklerosis atau penebalan jaringan dinding pembuluh darah.

Prof. Matthew Budoff MD dan Naser Ahmadi MD dari Los Angeles Biomedical Research Institute di Harbor-UCLA Medical Center, yang menyimpulkan melalui hasil riset pendahuluan bahwa ekstrak bawang yang dikombinasi dengan vitamin B12, asam folat, vitamin B6 dan L-arginin mampu menghambat terjadinya aterosklerosis. Pada risetnya, Budoff melibatkan 65 partisipan berusia rata-rata 60 tahun dan memiliki risiko cukup besar untuk mengidap penyakit jantung. Partisipan dibagi ke dalam dua kelompok, yakni kelompok satu mengonsumsi pil berisi ekstrak bawang putih plus vitamin, sedangkan kelompok lainnya diberi kapsul berisi plasebo.

Selama satu tahun, partisipan terus dipantau dan pada akhir riset tercatat 58 partisipan masih bertahan. Secara rutin setiap bulan, partisipan harus diperiksa kadar kolesterol dan unsur darah lainnya. Mereka juga harus melakukan scanning jantung pada awal dan akhir penelitian. Dari riset terungkap, perkembangan aterosklerosis tampak lambat pada mereka yang mengonsumsi pil bawang putih dibandingkan dengan yang meminum plasebo. Menurut peneliti, temuan itu tidak dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti usia, jenis kelamin, derajat keparahan aterosklerosis pada awal studi, tekanan darah tinggi, kadar kolesterol dan pengobatan diabetes.

Budoff dan timnya tidak menjelaskan kandungan apa yang sebenarnya memberikan pengaruh terbesar bagi perlambatan aterosklerosis. Namun demikian, ekstrak bawang putih diyakini memberikan manfaat utama untuk menurunkan kadar homosistein, asam amino yang berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit jantung.

Budoff berharap penelitian ini akan berlanjut untuk mengungkap potensi bawang putih plus vitamin dalam memperlambat kalsifikasi pembuluh darah jantung. Hasil penelitian Budoff ini dipresentasikan pada American Heart Association’s 2008 Quality of Care and Outcomes Research in Cardiovascular Disease and Stroke Conference.

 

Sumber: Buku Umbi Ajaib Tumpas Penyakit

 

 

 

loading...
loading...