Komoditas Kapas Bronesia 1 yang Populer di Kancah Internasional

Pertanianku— Balai Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melalui Balai Penelitian Tanaman Pemanis Serat (Balittas) telah melepas tiga varietas kapas berserat cokelat pada 2008, yakni Bronesia 1, Bronesia 2, dan Bronesia 3. Ketiga varietas kapas tersebut memiliki tiga gradasi warna, yakni cokelat muda, cokelat muda terang, dan cokelat tua.

bronesia 1
foto: cybex.pertanian.go.id

Melansir dari litbang.pertanian.go.id, varietas Bronesia 1 berasal dari galur 06062/3. Varietas tersebut merupakan hasil persilangan antara Kanesia 7 (tetua betina, hasil persilangan TAMCOT SP 37 x LRA 5166) dengan aksesi RLBL (KI. 502: tetua jantan, hasil introduksi dari Australia pada 1996).

Bronesia 1 memiliki kemampuan beradaptasi yang luas dengan perlakuan benih ataupun tanpa perlakuan benih. Bronesia 1 mengandung serat 33,6 persen dengan kekuatan serat 22,4 gram/tex, kehalusan serat 5,7 mikroner, panjang serat 23,9 mm, keseragaman serat 84,7 persen, dan mulur serat 6,9 persen.

Serat kapas merupakan kontributor polutan yang sangat tinggi karena perlu diproses dengan bahan kimia untuk menjadi kain. Selain itu, serat kapas tersebut membutuhkan air dalam jumlah banyak, minimal 30 liter air dalam produksi 1 kg kain dan 1—1,5 persen bahan pewarna. Oleh karena itu, diperlukan kapas dengan serat berwarna melalui pengembangan varietas baru kapas.

Pengembangan tersebut juga bertujuan mendapatkan warna serat cokelat, memperbaiki mutu serat, dan meningkatkan produktivitas tanaman.

Tim peneliti serat dari Balittas yang terdiri atas Nurindah, Dwi Adi Sunarto, dan Taufiq Hidayat RS menggelar diseminasi hilirisasi paket teknologi budidaya dan pengolahan hasil kapas untuk mendukung industri tenun tradisional. Paket teknologi yang dihilirisasikan adalah teknologi budidaya kapas varietas Bronesia 1, sedangkan paket pengolahan hasil kapas adalah alat pemisah serat tipe gergaji (SG TAS-2).

Kegiatan hilirisasi tersebut melibatkan Yayasan Sekar Kawung sebagai stakeholder yang memanfaatkan varietas kapas warna cokelat Bronesia 1.

Baca Juga:  Pasar Ikan Fandoi, Upaya Pemerintah Menggairahkan Ekonomi Biak Numfor

Yayasan Sekar Kawung sudah mendaftar Tenun Fashion Week yang diselenggarakan oleh Tanoti dan APHADA di Malaysia pada Oktober 2021 mendatang. Yayasan Sekar Kawung akan mengangkat tenun gedog tradisional dari Kerek yang terbuat dari serat kapas varietas Bronesia 1.

Dalam kegiatan ini, Balittas menyediakan benih kapas Bronesia 1 yang ditanam di sentra tenun tradisional khas Tuban, tepatnya berada di Desa Tlogowaru, Kecamatan Merakurak, Tuban, Jawa Timur. Sebagian hasil panen kapas sebanyak 40 kg diserahkan kepada kelompok pengrajin tenun tradisional di Rumah Tenun Mawar Biru.

Kain tenun hasil pengrajin Rumah Tenun Mawar Biru akan ikut memeriahkan pameran yang digelar oleh KBRI di Singapura melalui kerja sama antara Yayasan Sekar Kawung dan ANERD Gallery.