Komoditas Larva Kering Terus Alami Permintaan yang Tinggi di Pasar Dunia

Pertanianku — Sebelumnya, Indonesia sudah berhasil melepas komoditas larva kering dan kini permintaan ekspor dua jenis larva kering asal Bogor tercatat tetap tinggi pada triwulan pertama 2020. Larva tersebut adalah larva lalat tentara hitam (black soldier fly/BSF) dan larva kering magot yang tercatat terus mengalami kenaikan di pasar ekspor Jepang dan Inggris.

larva kering
foto: pixabay

Tercatat sepanjang Januari hingga Maret 2020, permohonan sertifikasi kesehatan hewan atau health certificate (HC) sebagai persyaratan teknis dari negara tujuan ekspor di fasilitas Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Tanjung Priok meningkat. Keberhasilan ekspor ini menjadi kabar gembira di tengah wabah yang mengkhawatirkan. Hal ini membuktikan bahwa sebenarnya Indonesia memang berpotensi.

“Ekspor bukan hanya soal devisa, tapi juga kebanggaan bagi bangsa. Ini pesan Pak Menteri Pertanian (Syahrul Yasin Limpo). Untuk itu, dibutuhkan pelaku usaha di bidang pertanian yang terus berinovasi,” kata Ali Jamil selaku Kepala Badan Karantina Pertanian seperti dikutip dari laman pertanian.go.id.

Loading...

Ali Jamil menuturkan pada negara tujuan ekspor, jenis lalat bersih ini digunakan sebagai sumber protein yang digunakan dalam campuran pakan ternak seperti unggas dan ikan. Secara geografis, Indonesia memang cocok dijadikan tempat perkembangbiakan lalat-lalat tersebut.

Melihat potensi tersebut, para pengusaha terus menggali lebih dalam bidang usaha tersebut. Harapannya, selain bisa mendatangkan keuntungan, juga bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat di pedesaan.

Kementan sudah menyiapkan program KUR untuk membantu para pengusaha memenuhi teknologi pembudidayaan yang akan digunakan.

Purwo Widarto selaku Kepala Karantina Pertanian Tanjung Priok memberikan data permohonan fasilitas ekspor produk pertanian asal subpeternakan ini. Tercatat sudah sebanyak 0,6 ton larva BSF yang setara dengan Rp44,5 juta dengan tujuan Jepang dan larva kering sebanyak 1,4 ton senilai Rp857,6 juta tujuan Inggis sudah dikirimkan pada periode Januari hingga Maret 2020.

Baca Juga:  Kartu Tani Ditargetkan Efektif pada 2021

 

 

 

 

 

Loading...
Loading...