Komoditas Pangan Satu Ini Jadi Primadona Industri Pertanian


Pertanianku – Jagung manis menjadi salah satu komoditas primadona di industri pertanian karena dipicu pertumbuhan benih jagung pada tahun ini mencapai 8 persen. Jumlah tersebut terbukti mendongkrak hasil panen jagung dalam negeri. Sebanyak empat persen di antaranya ditopang oleh pertumbuhan penjualan benih jagung manis.

Foto: pixabay

“Banyak perusahaan main di bidang jagung manis,” terang Ketua Asosiasi Produsen Benih Hortikultura Indonesia (Hortindo) Afrizal Gindow belum lama ini seperti melansir Republika (16/10).

Sementara itu di posisi kedua disumbang oleh benih cabai. Bisa dikatakan bahwa kedua komoditas tersebut sangat berperan dalam pertumbuhan industri benih sejalan dengan adanya program pemerintah melalui Gerakan Tanam Cabai.

Terkait cabai, ia mengaku saat ini sedang berada di titik jenuh lantaran banyak petani yang beralih menjadi petani cabai. Masyarakat biasa pun tak sedikit yang bercocok tanam cabai. Untuk itu, perlu adanya diversifikasi tanam.

“Kita nggak bahagia kalau semua menanam yang sama. Diversifikasi tanaman itu perlu dilakukan, harus tetap dilakukan,” ujarnya.

Terdapat sejumlah komoditas hortikultura yang berpotensi besar untuk dikembangkan, salah satunya melon. Menurutnya yang juga menjabat sebagai Direktur penjualan dan pemasaran PT East West Seed Indonesia (Ewindo), pasar melon sangat terbuka karena saat ini konsumsi melon masih kecil.

Kebanyakan masyarakat hanya mengonsumsi semangka dan pepaya. Padahal, melon justru bernilai tinggi dan tidak sulit pertumbuhannya. Harga melon di petani, kata dia, sebesar Rp4.500 per kilogram (kg), sedangkan biaya produksi yang diperlukan hanya Rp2.000 per kg. Selain melon, pasar jagung manis juga masih terbuka.

“Harga jagung manis lebih stabil Rp1.500 per kg di petani, dengan biaya produksi Rp800 per kg,” tutupnya.

Baca Juga:  FDA Cabut klaim Kedelai Bermanfaat untuk Jantung
loading...
loading...