Konsentrat yang Bagus untuk Kelinci

Pertanianku — Nutrisi kelinci tidak hanya bisa dipenuhi dari pakan hijauan. Kelinci juga perlu diberikan konsentrat seperti hewan ternak lainnya. Konsentrat kelinci berfungsi meningkatkan nilai nutrisi di dalam pakan dan memudahkan peternak menyediakan pakan.

konsentrat kelinci
foto: Pertanianku

Porsi pakan hijauan yang sebaiknya diberikan untuk kelinci hanyalah 60—80 persen, sisanya dilengkapi dengan konsentrat. Namun, peternak juga bisa menggunakan porsi 60 persen konsentrat dan 40 persen hijauan.

Konsentrat yang umum diberikan untuk kelinci berbentuk pelet dan merupakan buatan pabrik. Konsentrat tersebut biasanya sudah mengandung nutrisi yang lengkap. Konsentrat tersebut perlu direbus terlebih dahulu dengan air panas untuk meningkatkan kualitas pakan dan mempercepat pertumbuhan kelinci.

Pelet yang digunakan sebaknya merupakan pelet baru dengan kadar serat kasar yang relatif tinggi atau minimal 18 persen. Pelet yang digunakan sebaiknya tidak berumur lebih dari enam minggu karena dikhawatirkan pelet sudah rusak sehingga malah membahayakan kelinci.

Selain membeli pelet konsentrat yang sudah jadi, peternak bisa membuat sendiri jika memiliki alat pembuat pelet. Memproduksi pelet konsentrat sendiri dapat membuat biaya pakan menjadi lebih efisien karena bahan-bahan yang digunakan cenderung murah. Bahan yang digunakan adalah hijauan yang dikeringkan, biji-bijian, dan umbi-umbian.

Bahan hijauan yang sudah kering dicacah kecil-kecil, sekitar 2—3 cm. Biji-bijian digunakan sebagai pakan penguat karena kandungan nutrisinya cukup tinggi. Biji-bijian yang bisa digunakan adalah jagung, padi, gandum, kacang tanah, dan kacang hijau.

Namun, jika biji-bijian dirasa terlalu mahal, peternak bisa memanfaatkan limbah pertanian seperti bungkil kacang tanah, bungkil tahu, atau bungkil kelapa.

Sementara itu, umbi-umbian yang digunakan bisa berupa ubi jalar, singkong, uwi, dan talas. Umbi yang digunakan harus merupakan umbi yang tidak beracun. Umbi tidak boleh diberikan dalam keadaan mentah, tapi sudah direbus atau dikeringkan terlebih dahulu menjadi gaplek. Perebusan atau pengolahan umbi berfungsi untuk mengurai zat beracun seperti HCN yang berbahaya bagi ternak.

Baca Juga:  Cara Mengetahui Umur Kelinci Siap Kawin

Hijauan yang sudah dicacah, biji-bijian, dan umbi yang sudah diolah dicampur menjadi satu hingga tercampur homogen. Setelah itu, giling dan bentuk menjadi pelet.


loading...