Konsumen Beras Maknyuss Dirugikan, Ini Kata Pakar


Pertanianku – Maraknya perdebatan yang terjadi perihal kasus beras Maknyuss, pakar ekonomi pertanian Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof. Dr. M. Firdaus menanggapi kasus beras premium yang melibatkan produsen beras PT Indo Beras Unggul (PT IBU). Ia mengatakan bahwa apa yang dilakukan PT IBU bukanlah sebuah penipuan atau pemalsuan produk.

“Karena beras tidak mengalami perubahan bentuk. Contohnya bubuk kopi. Saat dijual eceran oleh petani harganya mungkin hanya Rp3 ribu per kilogram, tapi saat sudah dijual di Starbuck harganya naik tajam. Apakah bentuk kopinya beda? Apakah ada pembohongan? Kan tidak,” kata Firdaus, mengutip Republika (27/7).

Menurutnya, konsumen beras pun sama. Konsumen hanya perlu jaminan keamanan produk. “Mereka bersedia membeli dengan harga mahal karena ada persepsi bahwa beras itu tidak dicampur beras plastik, tidak menggunakan pemutih dan bahan kimia lainnya. Inilah mengapa konsumen berani membayar mahal,” ujarnya.

Lebih lanjut Firdaus mengatakan beras premium menggunakan kemasan yang bagus dan ada semacam jaminan tidak langsung. “Apakah ini pembohongan kepada konsumen? Kalau menurut saya ini bukan pembohongan. Konsumen membayar kualitas, baik fisik maupun karena jaminan informasi. Diolah dengan baik, tidak pecah, tidak pakai pemutih dan dikemas dengan baik. Ya jadilah dia beras premium,” ungkap Firdaus.

Baca Juga:  LIPI Luncurkan Indeks Kesehatan Terumbu Karang Indonesia
loading...
loading...