Konsumsi Daging Kambing Bikin Darah Tinggi, Mitos atau Fakta?


Pertanianku – Seluruh masyarakat Indonesia akan merayakan Idul Adha 1438 H. Salah satu tradisi yang tak pernah ketinggalan ketika merayakan Lebaran Haji tersebut adalah menyantap daging sapi dan kambing bersama keluarga.

Namun, nyatanya tak semua orang dapat menikmati daging kambing karena merasa takut. Salah satu hal yang ditakutkan usai mengonsumsi daging kambing, yakni naiknya tekanan darah.

Sebenarnya mengonsumsi kambing membuat tekanan darah naik itu hanya mitos belaka atau merupakan fakta medis?

Dokter Spesialis Gizi Klinik, dr. Johanes Chandrawinata, Sp.GK, mengatakan, datangnya penyakit darah tinggi saat mengonsumsi daging kambing hanyalah mitos. Bahkan, menurutnya, mengunyah satu kilogram daging kambing pun tak akan mendatangkan darah tinggi.

“Kambing cukup sehat asal dagingnya saja, bukan dibarengi dengan jeroan, babat, otak, dan usus,” kata Johanes dilansir dari Kompas (30/8).

Dr. Johanes mengungkapkan, bahwa daging kambing memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan dengan daging sapi karena kandungan lemak dan kolesterolnya yang lebih cukup rendah.

Dalam takaran konsumsi sekitar 100 gram, lemak daging kambing hanya 3,03 gram, sedangkan daging sapi 7,72 gram. Kolesterol daging kambing juga sedikit lebih rendah, yakni 75 miligram, dan kolesterol sapi 80 miligram.

Kandungan zat besi daging kambing juga lebih banyak sebesar 3,73 miligram, sedangkan daging sapi hanya 2,24 miligram. Kemudian, seng (zinc) pada daging kambing sebesar 5,27 miligram dan sapi 4,61 miligram.

Akan tetapi, cara masak yang tepat juga perlu diketahui agar mendapatkan memaksimalkan nutrisi yang didapatkan.

Bagi pencinta sate kambing, Johanes menyarankan agar tidak memanggangnya hingga gosong. Hal ini karena ketika proses pemanggangan, protein pada daging kambing yang terkena panas tinggi bisa berubah menjadi zat karsinogen. Dengan begitu, hal ini juga mengonfirmasi bahwa arang sebagai penyebab kanker juga hanya mitos belaka.

Baca Juga:  Halau Penyakit Rhinitis dengan Perbanyak Konsumsi Ikan Salmon

“Kalau makan di-grill itu cukup seminggu sekali. Jangan tiap hari (bisa) bikin kanker,” ujar Johanes.

Sementara, jika Anda tak suka daging yang dipanggang, masak dengan kuah juga dapat menjadi pilihan. Dalam proses ini, lebih baik hindari penggunaan santan yang berlebihan. Penambahan sayur juga dapat menambahkan kandungan vitamin pada hidangan daging kambing.

loading...
loading...