Konsumsi Pangan Sehat dan Organik dengan Akuaponik di Pekarangan Rumah

Pertanianku—Gaya hidup sehat cenderung semakin diminati akhir-akhir ini. Tidak hanya dengan berolahraga, pola konsumsi pangan masyarakat pun cenderung lebih memilih makanan sehat dan organik daripada makanan olahan. Sayangnya, akses pangan organik tidaklah murah. Salah satu solusi mengatasi hal tersebut adalah dengan membuat sendiri akuaponik di pekarangan rumah.

akuaponik di pekarangan rumah
Foto: pixabay

Akuaponik adalah sistem budidaya ikan (akuakultur) dan tanaman (hidroponik) secara bersama-sama dalam sebuah ekosistem yang resirkulasi atau saling menguntungkan. Akuaponik biasanya menggunakan bakteri alami untuk mengubah kotoran serta sisa pakan ikan menjadi nutrisi bagi tanaman.

Salah satu manfaat akuaponik adalah terjadi daur ulang sehingga limbah dari akuakultur dapat menjadi input pada hidroponik. Oleh karena itu, akuaponik dapat dikatakan ramah lingkungan karena jumlah limbah yang dihasilkan sangat sedikit.


Loading...

Jenis tanaman yang cocok untuk akuaponik adalah tanaman yang tidak terlalu besar, memiliki daya adaptasi yang cukup, berumur panen relatif lebih cepat, dan minim perawatan.

Tanaman yang digunakan umumnya berupa tanaman sayur daun seperti kangkung, bayam, selada, sawi, pakcoy, atau kailan. Sementara, jenis tanaman sayuran buah yang biasa digunakan dalam akuaponik adalah tomat dan cabai.

Tidak seperti tanaman, ikan yang digunakan untuk akuaponik tidak memiliki syarat yang rumit. Ikan harus tahan terhadap kualitas air yang buruk. Ikan yang dibudidayakan pun dapat beragam, baik ikan hias maupun ikan konsumsi.

Ikan hias yang biasa digunakan untuk akuaponik salah satunya adalah ikan koi. Akuakultur yang digunakan pun dapat menjadi hiasan dalam rumah Anda, dengan cara dibuat dalam ukuran yang lebih kecil.

Ikan konsumsi digunakan pada ukuran akuaponik yang lebih besar. Nila, ikan mas, bawal, lele, patin, dan gurami masing-masing memiliki keunggulan dan kekurangan masing-masing dalam pembudidayaannya. Namun, semuanya memiliki kandungan gizi yang tinggi sehingga mampu memenuhi kebutuhan protein keluarga.

Baca Juga:  Pengendalian OPT Hayati Semakin Diminati

Pembuatan akuaponik sendiri dapat dilakukan dengan berbagai model. Model media based, yaitu penanaman tanaman pada media yang terpisah dengan pemeliharaan ikan. Air dialirkan untuk menjaga sirkulasi udara dan nutrisi yang dibutuhkan, baik tanaman maupun ikan.

Model floating raft atau deep water culture memungkinkan tanaman mengambang pada permukaan air. Akar tanaman langsung bersentuhan dengan air, sedangkan bagian atas tanaman tertahan. Namun, metode ini hanya cocok digunakan untuk sayuran dengan akar serabut.

Model terakhir adalah NFT atau nutrient film technique. Air dialirkan ke arah tanaman hingga mendapat nutrisi yang cukup. Penyaring biofilter ditambahkan untuk menambahkan kuantitas bakteri. Keunggulan NFT adalah air yang digunakan sangat sedikit sehingga pompa yang dibutuhkan pun lebih kecil.

Membuat akuaponik sederhana bisa Anda lakukan di pekarangan rumah. Tanaman yang ditumbuhkan pun merupakan sayuran yang biasa dikonsumsi sehari-hari.

Selain itu, jika Anda tertarik membudidayakan untuk dikomersilkan, kesempatan tersebut sangat terbuka lebar seiring dengan meningkatnya keinginan konsumen pada sumber pangan organik dan higienis.

Bahan dan alat yang diperlukan untuk membuat akuaponik juga tidak sulit dicari. Bak untuk ikan, bak untuk tanaman, pompa, serta pipa dan media tanam adalah bahan yang harus Anda miliki. Untuk referensi pembuatan akuaponik di pekarangan, bisa Anda dapatkan di buku Akuaponik Pekarangan.

Loading...
Loading...