Konsumsi Salak, Cara Sederhana Turunkan Kolesterol

Pertanianku — Buah salak terkenal memiliki rasa yang manis, tekstur dagingnya renyah, dan memiliki banyak manfaat. Salah satu manfaat salak yang harus Anda ketahui adalah menurunkan kadar kolesterol jahat.

kolesterol
Foto: pixabay

Sebenarnya, tubuh membutuhkan kolesterol untuk pembentukan dinding sel dan menjadi bahan baku beberapa hormon. Namun, ketika jumlah kolesterol terlalu banyak sehingga sisa (low density lipoprotein/LDL) yang tidak terpakai akan tersimpan dan menumpuk di pembuluh darah. Lama-kelamaan penumpukan tersebut dapat menyumbat pembuluh darah. Sumbatan tersebut dapat menyebabkan serangan jantung, sedangkan penyumbatan yang terjadi di jaringan otak dapat menyebabkan stroke.

Kolesterol terbagi menjadi 3, yakni trigliserida, LDL, dan high density lipoprotein (HDL). Trigliserida adalah bahan baku pembentukan HDL dan LDL. HDL adalah kolesterol yang mengandung banyak protein dan sedikit lemak. HDL berfungsi untuk mengangkut lemak yang tidak terpakai di dalam darah ke dalam hati, untuk kemudan diolah menjadi asam empedu. Sementara itu, LDL merupakan lemak yang menjadi salah satu sumber energi dan bahan pembentuk sel.

Melansir dari Majalah Trubus Edisi 577, berdasarkan riset ilmiah yang dilakukan oleh drh. Tri Harjana, M.P., Kartika Ratna Pertiwi, MD., M. Biomed.Sc, dan Dr. Tutiek Rahayu M.Kes, jus buah salak yang diberikan pada mencit terbukti dapat memperkecil kerusakan total endotel arteri koronaria yang dapat mengindikasikan terjadinya kadar kolesterol tinggi.

Buah salak mengandung isoflavon, vitamin C, dan serat kasar yang dapat menghambat pembentukan kolesterol di dalam darah. Isoflavon dapat mengganggu pembentukan kolesterol, vitamin C yang beperan sebagai antioksidan dapat meredam radikal bebas dari pembakaran lemak dan mencegah kerusakan membran endotel pembuluh darah. Kolesterol yang tidak terpakai akan keluar melalui usus.

Baca Juga:  Terapkan Pola Kemitraan, Petani Tembakau di Blora Untung

Kandungan serat kasar berfungsi mencegah kolesterol terserap melalui dinding usus. Serat tersebut mengikat kolesterol, lalu membuangnya bersama feses. Pada dasarnya, sayur dan buah yang mengandung vitamin C, serat, dan isoflavin dapat mengatasi gejala hiperkolesterol. Salak mungkin saja dapat mengontrol kolesterol karena mengandung vitamin C dan serat. Namun, khasiat ini memerlukan penelitian lebih lanjut.

Salak juga terbukti efektif dapat meredakan berbagai gangguan kesehatan seperti diare karena mengandung zat tannin dan serat.