Konsumsi Sate Gosong Berisiko Tinggi Terkena Kanker

Pertanianku – Hari Raya Idul Adha telah baru saja kita lewati. Namun, mengonsumsi daging kurban mungkin belum usai. Satu hal yang perlu Anda ingat, bahaya sate gosong harus dihindari.
Konsumsi Sate Gosong Berisiko Tinggi Terkena Kanker
Mungkin sate gosong disukai beberapa orang, karena terasa garing ketika digigit. Tapi, bahaya sate gosong tak bisa diabaikan begitu saja.

Sebagaimana dilansir dari Okezone.com (13/9), Senyawa dalam sate gosong, baik itu daging sapi atau kambing dapat menyebabkan kanker. Menurut National Cancer Institute, memanggang daging sampai gosong menyebabkan pembentukan amina heterosiklik (HCA), hidrokarbon aromatik polisiklik (PAH) dan produksi reaksi Maillard seperti akrilamida (AA) atau lanjutan akhir produk glikasi (AGEs).

HCA dan AGEs terbentuk ketika asam amino, gula dan creatine dalam daging bereaksi pada suhu tinggi. PAH terbentuk ketika lemak daging terbakar.

Loading...

Reaksi produk Maillard adalah bagian gosong, zat yang dihasilkan oleh reaksi dari gula dan asam amino ketika daging dan makanan lainnya dimasak dengan memanggang atau membakar.

National Cancer Institute melaporkan, HCA, PAH dan akrilamida telah terbukti menyebabkan kanker pada hewa uji coba laboratorium. Sejumlah studi epidemiologi juga telah dilakukan untuk menunjukkan hubungan antara konsumsi daging gosong dengan kanker.

Namun, jika Anda tidak mau mendapat risiko berbahaya saat mengonsumsi sate, usahakan agar tidak gosong jangan membakarnya terlalu lama. Untuk itulah Anda perlu waspadai, jangan sampai pesta daging dengan membuat sate gosong mendekatkan Anda pada risiko tinggi terkena kanker. Demikian dikutip dari Gettingstronger.

Baca Juga:  Mentan Tinjau Proses Inseminasi Buatan Sapi Lokal dan Internasional di BET
Loading...
Loading...