Konsumsi Serat Terlalu Banyak, Waspada Terkena Penyakit Ini!


Pertanianku – Mengonsumsi sayuran dan buah memang dianjurkan untuk memenuhi kebutuhan serat per harinya. Kebutuhan serat sendiri untuk menunjang kesehatan sistem pencernaan. Namun, mengonsumsi serat berlebihan ternyata tidak disarankan. Sebab, dapat menyebabkan batu ginjal. Bagaimana bisa?

Foto: pexels

Hal tersebut pasti belum banyak diketahui oleh masyarakat. Namun, perlu diperhatikan, Anda hanya tidak disarankan untuk mengonsumsinya berlebihan, bukan tidak boleh mengonsumsinya.

Benarkah serat dalam buah dan sayur menyebabkan batu ginjal?

“Apa yang sebabkan batu ginjal? Paling sering adalah asam urat yang tinggi,” terang spesialis penyakit dalam dari Siloam Hospitals dr. Hardianto Setiawan Ong, Sp.PD., KGEH, FINASIM, seperti dilansir dari Republika.

Hardianto mengungkapkan salah satu faktor yang paling memengaruhi kadar asam urat dalam tubuh adalah asupan protein. Pola makan kaya protein umumnya mengandung purin tinggi dapat meningkatkan kadar asam urat dalam tubuh. Hardianto mengatakan jeroan merupakan salah satu contoh makanan dengan kandungan purin yang tinggi.

Selain pada protein, kandungan purin yang tinggi juga bisa ditemukan pada beberapa jenis sayuran. Beberapa sayuran tersebut adalah brokoli dan kubis.

“(Terlalu banyak konsumsi sayuran tersebut) Bisa menimbulkan asam urat,” tambah Hardianto.

Senada dengan Hardianto, peneliti dari Laboratorium Pangan dan Gizi UGM Prof. Dr. Y. Marsono menegaskan bahwa serat dari sayur ataupun buah bukan penyebab batu ginjal. Selain asam urat, Marsono mengatakan batu ginjal bisa terbentuk melalui reaksi antara kalsium dan oksalat di dalam ginjal.

Ketika tubuh mendapatkan kalsium dan oksalat yang berlebih, kedua zat ini akan bertemu di dalam ginjal dan bereaksi satu sama lain. Reaksi antara kalsium dan oksalat akan menghasilkan kalsium oksalat atau garam dengan bentuk kristal yang runcing di dalam ginjal.

Baca Juga:  Ternyata Ini Manfaat Alpukat untuk Lansia

“Itu akan menyebabkan kesakitan luar biasa pada ginjal,” terang Marsono.

Kelebihan oksalat juga bisa terjadi akibat konsumsi vitamin C dosis tinggi terlalu sering. Saat dimetabolisme, vitamin C akan menghasilkan metabolit atau hasil antara berupa oksalat. Jika oksalat ini bereaksi dengan kalsium di dalam ginjal, akan menghasilkan kalsium oksalat atau kristal garam yang menyakitkan ginjal.

Untuk itu, Marsono menggarisbawahi bahwa vitamin C memberi manfaat yang sangat baik untuk daya tahan dan metabolisme tubuh jika tidak dikonsumsi berlebihan. Marsono menyarankan agar vitamin C dosis tinggi hanya dikonsumsi ketika tubuh merasa lelah. Alasannya, viamin C dosis tinggi dapat membantu proses pemecahan asam laktat tinggi penyebab rasa lelah menjadi asam piruvat.

loading...
loading...