Kopi Arabika, Kopi Primadona Para Petani

Pertanianku — Siapa yang tidak kenal dengan jenis kopi arabika? Harga jualnya yang tinggi sebanding dengan rasa yang dimiliki. Arabika memiliki spektrum rasa yang unik sehingga digemari para pencinta kopi. Tak heran bila tanaman ini pun menjadi primadona para petani kopi, termasuk di Indonesia.

jenis kopi arabika
Foto: freepik

Kopi arabika merupakan tanaman dataran tinggi. Tanaman kopi jenis ini akan tumbuh maksimal pada ketinggian 1.200—2.000 mdpl. Namun, tak menutup kemungkinan untuk bertanam kopi arabika pada lahan dengan ketinggian 500 mpdl.

Syarat tumbuh kopi arabika adalah suhu yang cukup rendah. Kopi arabika paling cocok ditanam pada suhu lingkungan berkisar 15—24 derajat Celcius. Tanaman ini justru tidak cocok pada suhu yang sangat dingin hingga 4 derajat Celcius.

Loading...

Kopi arabika sangat senang dengan tanah yang mengandung banyak bahan organik. Tanaman ini menyukai tingkat keasaman tanah dengan pH yang lumayan rendah, yakni berkisar pada pH 5,5—6. Bahan organik akan menjaga kelembapan dan keasaman tanah.

Kopi arabika baru bisa berbuah setelah 4 tahun penanaman. Tanaman ini juga membutuhkan periode kering selama 4—5 bulan dalam setahun untuk bisa berbunga dan berbuah. Bunga yang mekar dan langsung terkena hujan akan menyebabkan kegagalan dalam pembuahan.

Buah kopi arabika mirip dengan telur. Mulanya, buah ini berwarna hijau ketika masih muda. Lama-lama warnanya akan berubah menjadi merah terang. Ketika sudah masak, buah akan sangat mudah rontok. Sayangnya, buah yang rontok ke tanah akan menyerap aroma yang tidak diinginkan. Kualitasnya pun akan turun, demikian pula harga jualnya.

Cita rasa kopi arabika memiliki perbedaan tergantung tempat penanaman. Oleh karena itu, para pencinta kopi umumnya menggolongkan lagi jenis kopi arabika berdasarkan tempat asalnya. Kopi arabika Indonesia yang terkenal antara lain gayo, kintamani, toraja, dan jawa ijen. Lokasi penanaman dan jenis tanah sangat memengaruhi rasa kopi.

Baca Juga:  Surat Perizinan Kebun Kelapa Sawit yang Harus Dimiliki

Kekhasan kopi arabika terletak pada aromanya yang kuat. Selain itu, kekentalan atau body kopi arabika cenderung lebih ringan. Tingkat keasaman yang tinggi pada kopi ini juga digemari karena ada banyak spektrum rasa asam yang dapat dikulik dari kopi, khususnya kopi yang ditanam di daerah tertentu.

Lebih dari 65 persen perdagangan kopi di dunia didominasi oleh kopi arabika. Konsumen kopi terbesar di dunia adalah negara-negara di Eropa, Amerika, dan Jepang. Pasokan kopi arabika ini diproduksi oleh negara-negara latin, termasuk Brazil. Indonesia pun turut menjadi salah satu eksportir kopi terbesar dunia.

Loading...
Loading...