Kopi Berkhasiat untuk Merawat Rambut Pria

Pertanianku — Kerontokan yang dialami oleh pria dapat menyebabkan kepercayaan diri berkurang. Melansir dari Majalah Trubus Edisi November 2015, British Journal of Dermatology membahas terkait efek kafein di dalam biji kopi yang berkhasiat mengatasi kerontokan. Kafein bekerja secara aktif melawan efek testosteron yang menyebabkan kerontokan rambut pada pria.

kerontokan rambut
foto: Pixabay

Menurut Dr. Adolf Klenk dari Jerman, kadar kafein yang tinggi pada kopi bekerja merangsang akar rambut sehingga pertumbuhan rambut menjadi subur. Namun, untuk merasakan khasiat ini, seseorang perlu setidaknya meminum 50 cangkir kopi setiap hari, padahal itu dapat menimbulkan racun di dalam tubuh.

Untuk menghindari efek samping sangat berbahaya, sebaiknya kopi untuk menyuburkan rambut direbus, kemudian air rebusannya langsung dioles ke kepala. Waktu yang diperlukan hanya 15 menit, kemudian pijat atau remas-remas, lalu bilas dengan air bersih.

Herbalis di Tangerang Selatan, Banten, Lukas Tresono Adi, mengatakan hal yang senada bila kafein bisa membantu pertumbuhan rambut lebih cepat. Namun, penggunaan air kopi untuk menyuburkan rambut di Indonesia masih belum dikenal banyak orang. Justru di Indonesia, mengkudu lebih sering digunakan untuk menyuburkan rambut, padahal mengkudu memiliki bau yang tidak enak.

Ramuan biji kopi tidak hanya bermanfaat untuk pria, tetapi juga wanita. Pasalnya, kopi sudah dikenal sejak lama untuk merawat kecantikan. Kopi kerap digunakan untuk lulur, masker, dan body scrub.

Kandungan zat antioksidan dan antiinflamasi yang berada di dalam bubuk kopi bermanfaat untuk menutrisi kulit, mencegah iritasi, mengangkat sel kulit mati, mencerahkan wajah, dan mencegah terjadinya kanker kulit karena paparan sinar ultraviolet.

Kopi juga mampu melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet B (UVB). Tabir surya yang terbuat dari kopi arabika memiliki angka SPF hampir 5 kali lipat lebih tinggi daripada kopi robusta. Kemampuan SPF yang dimiliki kopi disebabkan oleh kandungan wax alias lilin, asam-asam organik (linoleate, linolenat, oleat, palmitat, miristat, stearate, arakhidat), dan steroid.

Baca Juga:  Cabai Katokkon Mulai Dilirik