Kopi Bogor Kini Mendunia Menyusul Manggis

Pertanianku — Setelah sebelumnya buah manggis yang menjadi mayoritas ekspor ke Cina, sekarang giliran kopi Bogor yang kini mendapat tempat di Eropa. Oleh karena itu, pemerintah Kabupaten Bogor kini sedang gencar memasarkan komoditasnya itu.

kopi Bogor
Foto: Pixabay

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (Distanhorbun) Kabupaten Bogor, Siti Nurianty mengatakan saat ini sudah ada pesanan untuk mengirim contoh ke beberapa perusahaan di negara-negara Eropa dan Afrika. Ia menyebutkan, Belanda sudah memesan kopi sekitar 200 ton per tahunnya.

“Mereka sudah mengontak untuk mengirim contoh dan akan kita tindak lanjuti pada panen ini, sekitar April atau Mei akan kita akan siapkan sebaik-baiknya,” ujarnya mengutip Republika, Selasa (26/3).

Loading...

Pameran kopi yang diikuti Distanhorbun di Belanda pada 1—3 Maret lalu mendapat kesan dan peminat yang cukup banyak dari negara-negara pengunjung, terutama Eropa. Hal itu karena selama ini kopi robusta mereka belum fine dan masih berada di grade dua atau tiga. Pada kesempatan itu, Kabupaten Bogor membawa kopi dengan kualitas juara termasuk yang juara di Paris dan sudah grade fine. Bahkan, tahun lalu kopi dari Kabupaten Bogor juga juara dan mendapat perak serta perunggu di Paris.

“Tahun lalu ada 23 kopi yang menjuarai di Prancis. Dua di antaranya dari Kabupaten Bogor. Itu semua hasil panen robusta yang menghasilkan kurang lebih sekitar dua ribu ton per musim, sedangkan hamparan lahan sekitar enam ribuan hektare di sembilan kecamatan,” ujarnya.

Nurianty berharap, kopi Bogor ke depannya bisa bersaing dengan kopi Vietnam. Akan tetapi, ia menegaskan kopi Vietnam produktivitasnya sudah tinggi. Jadi, langkah pertama yang akan dilakukan dinas terkait adalah bisa meningkatkan produktivitasnya terlebih dahulu.

Baca Juga:  Seorang Nenek di Australia Tewas Dipatuk Ayam

“Tidak melulu patokannya ke Vietnam. Hanya memang beberapa yang kualitasnya bagus memang Vietnam,” ujarnya.

Dari data Distanhorbun luas areal kebun kopi di Kabupaten Bogor sejak 2015 mengalami peningkatan. Peningkatan lahan terhitung dari 2.957 hektare menjadi 6.227 hektare di 2018.

Hal tersebut merupakan keuntungan bagi Kabupaten Bogor karena lahan bisa dimanfaatkan untuk mengembangkan kopi, baik robusta maupun arabika. Nurianty menambahkan pada 2018 sebanyak 3.607 ton kopi robusta dihasilkan di Kabupaten Bogor, sedangkan angka arabika masih di 127 ton pada tahun yang sama.

Loading...
Loading...