Kotoran Kuda Nil Bisa Bunuh Ikan di Sungai


Pertanianku — Tahukah Anda? Kotoran kuda nil bisa menjadi pembunuh bagi ikan-ikan di sungai. Seperti yang terjadi di Sungai Mara, Afrika. Ikan-ikan di sungai ini telah berkali-kali mati dalam kondisi kehabisan napas karena kotoran kuda nil. Fenomena ini paling sering terjadi ketika sungai meluap akibat hujan deras.

kotoran kuda nil
Foto: Google Image

“Bersama-sama, kuda nil di Sungai Mara mengeluarkan 8.500 kilogram materi tanaman yang baru sebagian dicerna ke sungai ini setiap hari,” ujar Emma Rosi, seorang pakar ekologi dari Cary Institute of Ecosystem Studies yang mempelajari fenomena ini selama tiga tahun, seperti dilansir dari Kompas.

Hal itu terjadi rupanya ketika kuda nil buang air besar, kotoran mereka tenggelam ke dasar sungai. Kotoran ini kemudian membusuk. Nah, pada saat itulah dua hal yang sangat membahayakan ikan pun terjadi.

Pertama, bakteri yang mengonsumsi kotoran kuda nil menghabiskan oksigen di dalam air. Kedua, aktivitas mikroba ini menghasilkan amonium, hidrogen sulfida, metana, dan karbon dioksida. Campuran ini beracun bagi ikan.

Ketika hujan deras mengguyur kolam-kolam kuda nil, air pun meluap dan ikut mengontaminasi hilir Sungai Mara yang menjadi habitat ikan. Kondisi ini menyebabkan hipoksia atau kekurangan oksigen yang bisa berakibat fatal bagi ikan.

Pakar ekologi di Universitas Yale, David Post mengatakan, kotoran manusia, kekeringan, peternakan babi, atau kandang-kandang ternak bisa menyebabkan hipoksia.

“Tetapi, kami menunjukkan bahwa ini (hipoksia) juga bisa terjadi akibat satwa liar di sungai yang tidak diregulasi,” katanya.

Tidak sekadar bisa, para peneliti mencatat bahwa luapan air terjadi 55 kali dalam tiga tahun penelitian, 49 di antaranya menyebabkan penurunan kadar oksigen, dan 13 di antaranya membunuh ikan-ikan di Sungai Mara.

Baca Juga:  Capung Betina Pura-pura Mati untuk Hindari Perilaku Seksual Pejantan

Walaupun demikian, Anda tidak perlu khawatir karena fenomena ini merupakan sesuatu yang alami. Luapan air sungai tidak hanya membersihkan sungai Mara, tetapi juga ikan-ikan yang mati. Mereka menjadi makanan bagi burung dan buaya yang hidup di area tersebut.

Bahkan, para peneliti beranggapan bahwa fenomena ini telah terjadi sangat lama dalam sejarah dan menggambarkan bagaimana ekosistem bekerja sebelum adanya aktivitas manusia.