Kriteria Air yang Bagus untuk Hidroponik

Pertanianku — Air yang bagus untuk hidroponik umumnya merupakan air yang dapat diminum sebelum dicampur nutrisi. Air hidroponik sebaiknya di reverse osmosis (RO) agar kandungan mineral yang dibutuhkan oleh tanaman tidak menghilang. Air merupakan kebutuhan penting pada instalasi hidroponik. Oleh karena itu, air yang digunakan tidak boleh sembarangan dan harus memenuhi beberapa kriteria berikut.

air hidroponik
foto: Pertanianku

Jenis air yang digunakan

Air yang digunakan pada instalasi hidroponik dapat berupa air hujan, air ledeng/PAM, dan air mineral yang bisa diminum. Air hujan yang akan digunakan harus diukur terlebih dahulu pH-nya karena air tersebut cenderung asam. Sementara itu, air ledeng/PAM perlu diendapkan terlebih dahulu selama lima jam untuk menghilangkan kandungan klorin.

Kandungan klorin yang terlalu tinggi di dalam air PAM dapat berbahaya bagi tanaman. Namun, jika kadar tersebut masih dalam ambang batas wajar, klorin tersebut tidak dapat membunuh tanaman dan bisa digunakan untuk melawan cendawan.

Di antara ketiga jenis air tersebut, jenis air mineral paling jarang digunakan karena mahal dan mengandung mineral yang terlalu banyak bagi tanaman.

Suhu air

Suhu larutan nutrisi dan air yang ideal untuk tanaman sekitar 27°C. Anda dapat menggunakan wadah atau paralon untuk menyimpan air terlebih dahulu agar suhu air tidak jauh berbeda dengan suhu yang berada di dalam wadah. Pasalnya, tanaman tidak menyukai perubahan suhu yang terlalu cepat, terutama di bagian akar.

Pada musim hujan, Anda bisa menggunakan penghangat untuk menghangatkan larutan nutrisi. Begitu pun sebaliknya pada musim kemarau.

Harus diuji terlebih dahulu

Kualitas air yang akan digunakan harus diuji terlebih dahulu agar Anda dapat menentukan formula pupuk yang sesuai. Beberapa kandungan mineral seperti kalsium, magnesium, sulfur, boron, mangan, besi, dan seng kemungkinan sudah ada di dalam sumber air. Pengujian dilakukan untuk mengetahui seberapa besar konsentrasi kandungan mineral tersebut di dalam air untuk menyesuaikan larutan nutrisi hidroponik.

Baca Juga:  Zat Pengatur Tumbuh agar Tanaman Lengkeng Matalada Lebih Rajin Berbuah

Jika tidak dilakukan pengujian sebelum pemberian nutrisi, dikhawatirkan dapat menyebabkan salah satu atau beberapa kandungan mineral di dalam larutan nutrisi terlalu tinggi.

Diberi tindakan pengolahan

Mendapatkan sumber air yang bersih terbilang sangat rumit. Oleh karena itu, Anda bisa melakukan pengolahan air agar mendapatkan air berkualitas.

Pengolahan air dapat dilakukan melalui dua cara, yakni pengendapan dan filtrasi. Pengendapan dilakukan dengan cara membiarkan air di dalam wadah selama beberapa jam. Sementara itu, filtrasi dilakukan dengan menggunakan alat penyaring seperti drum yang diisi oleh batu, kerikil, pasir, dan sabut.