KTNA Sebut Harga Beli Gabah Dinilai Rugikan Petani


Pertanianku – Harga beli gabah dinilai merugikan petani ini dibenarkan oleh Ketua Umum Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Winarno Thohir. Pasalnya, harga pembelian pemerintah (HPP) sebesar Rp3.700 per kilogram (kg) untuk gabah kering panen (GKP). Hal ini tentu saja membuat para petani mengalami kerugian.

Winarno mengungkapkan ongkos produksi petani tidak dengan sewa lahan sudah sebesar Rp6 juta per hektare per musim produksi. Dengan catatan, menggunakan rata-rata nasional menghasilkan 5,2 ton per hektare gabah kering giling (GKG).

Bahkan, ongkos tersebut telah disamakan dengan asuransi pertanian. Kalau semuanya pakai data rata-rata, lanjut dia, maka Rp6 juta dibagi 5,2 ton maka dengan HPP Rp3.700 per kg GKP sesuai Inpres No 5/2015, petani sudah memperoleh keuntungan.

Namun jika produksi petani di bawah 5 ton GKG atau 6,6 ton GKP dengan harga Rp3.700 per kg, petani untung tipis bahkan bisa merugi. “Itu masalahnya,” ungkapnya seperti melansir Republika (31/7).

Baca Juga:  Mayoritas Penduduk AS Tidak Mencukupi Konsumsi Buah dan Sayur
loading...
loading...