Kualitas Air Karangasem Bali Menurun, Dampak Letusan Gunung Agung


Pertanianku — Komunitas Air Langit, Bali, menilai, dampak letusan Gunung Agung memengaruhi kualitas dan kemurnian air hujan yang tercampur dengan abu vulkanis.

dampak letusan gunung agung
Google Image

“Kemarin kami juga melakukan pengukuran kualitas air hujan dengan menggunakan TDS meter di sejumlah tempat di Jimbaran dan Denpasar memang ada sedikit perubahan kandungan mineralnya,” kata Edgard Nguwisa, anggota Komunitas Air Langit, dikutip dari Antara, Rabu (29/11).

Ia menjelskan, TDS meter ini berfungsi untuk mengukur kandungan mineral dalam air. Berdasarkan hasil pengukuran alat ini, diketahui kandungan air mengalami perubahan kualitas yang kadar normalnya 15 ppm meningkat menjadi dua kali lipat sebesar 30 ppm.

Menurut Edgard, penyebab perubahan kadar mineral ini karena abu letusan Gunung Agung yang terbawa awan mendung. Setelah itu, terjadi hujan yang berisi campuran abu dari gunung tersebut.

“Dengan adanya perubahan kadar air hujan ini, kami di komunitas yang biasanya mengkonsumsi air hujan untuk sehari-hari terpaksa tidak menggunakannya lagi. Kami menunggu sampai kondisinya normal lagi,” tutur dia.

Edgard mengungkapkan, kadar air hujan pada umumnya lebih murni dari air konsumsi yang biasanya di bawah 10 ppm. Selain itu, ia juga mengatakan bahwa  telah terjadi perubahan pada semua kandungan mineral air hujan, seperti saat melakukan pengecekan di Denpasar dan Jimbaran.

“Hal ini saya buktikan saat terjadi hujan terlihat ada tanda fisik hujan mengguyur mobil biasanya airnya bersih karena air hujan itu murni karena mengandung mineral rendah dan saat menguap air hujan ini tidak ada endapan. Namun, air hujan yang terjadi kemaren sore ada bekas putih di mobil,” ujarnya.

Untuk itu, Edgard juga mengimbau kepada komunitasnya yang biasa memanfaatkan air hujan agar tidak menggunakannya lagi untuk sementara waktu. Ia menyarankan untuk menggunakan air hujan yang sebelumnya telah ditampung.

Baca Juga:  Pemerintah akan Impor Beras Lagi

“Kami sudah dua tahun mengkonsumsi air hujan untuk minum dan masak ini,” katanya.

loading...
loading...