Kualitas Karkas Domba Berdasarkan Umur Ternak

Pertanianku — Pertumbuhan domba hampir serupa seperti hewan ternak umumnya. Proses di awal berlangsung dengan cepat, tetapi mulai melambat saat domba berumur 3–4 bulan. Setelah melalui fase pertumbuhan awal, tubuh akan mulai mengalami pertumbuhan karkas domba yang terdiri atas tiga jaringan utama, yakni tulang pembentuk rangka, urat pembentuk daging, dan lemak. Ketiga jaringan tersebut akan tumbuh teratur dan serasi.

karkas domba
foto: Pertanianku

Dari ketiga jaringan utama karkas domba, jaringan tulang tumbuh paling awal. Selanjutnya, disusul oleh pertumbuhan urat yang menyelubungi kerangka. Terakhir, lemak ikut tumbuh setelah jaringan tulang dan urat tumbuh. Meski proses pertumbuhannya paling akhir, pertumbuhan lemak terbilang lebih cepat saat mendekati kematangan tubuh.

Pertumbuhan jaringan pada karkas yang tidak seragam menyebabkan kualitas karkas domba sangat dipengaruhi oleh umur ternak. Karkas dari domba yang masih muda mempunyai persentase tulang yang lebih tinggi, sedangkan persentase daging dan lemaknya rendah.

Bagi peternak yang fokus menghasilkan daging domba masih muda, terutama dari domba yang berumur 3–4 bulan, pakan ransum yang diberikan harus tepat. Hal ini agar karkas yang dihasilkan memiliki proporsi maksimal.

Domba potong yang belum matang usia memiliki kandungan lemak yang sangat rendah. Sebaliknya, domba potong usia lanjut, tubuhnya kelebihan lemak yang akan ditimbun di sekeliling alat pencernaan dan bagian pinggang. Sebagian lemak memenuhi permukaan daging di bawah kulit yang membuat domba tampak gemuk dengan bentuk tubuh membulat. Kondisi semacam ini memberi kesan bahwa domba itu siap dipotong.

Pertumbuhan tubuh domba secara keseluruhan dapat diukur dengan kombinasi antara pertambahan bobot dan besar badan. Besarnya badan domba dapat diukur melalui kriteria, antara lain lebar kemudi, lebar dada, dan kedalaman paha.

Baca Juga:  Habitat yang Disukai Cacing Sutera

Bila dilihat dari proses pertumbuhannya, kelompok domba terbagi menjadi dua, yaitu matang di awal dan lambat matang. Kelompok domba yang matang di awal memiliki pertumbuhan cepat dalam kurun waktu yang relatif singkat. Jenis domba yang masuk kelompok ini adalah southdown dan ryeland. Kedua jenis domba tersebut sangat cocok diternak sebagai domba potong.

Sementara itu, kelompok domba yang terlambat matang memiliki laju pertumbuhan yang lebih rendah sehingga membutuhkan waktu yang lebih lama untuk tumbuh. Jenis domba yang masuk kelompok ini adalah lincoln, leicester, dan domba asli Indonesia. Kelompok domba ini kurang cocok untuk digemukkan karena membutuhkan waktu yang lebih lama sehingga kebutuhan pakan yang diperlukan lebih banyak.