Kualitas Pupuk Jadi Kunci Kemajuan Pertanian

Pertanianku — Kementerian Pertanian (Kementan) menilai, pupuk menjadi kunci kemajuan pertanian di era modern seperti sekarang ini. Berdasarkan hasil penelitian, pupuk menyumbang 20—40 persen dalam meningkatkan produktivitas tanaman pertanian.

kunci kemajuan pertanian
Foto: Pixabay

Oleh karena itu, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Sarwo Edhy mengatakan, daya saing pupuk Indonesia perlu ditingkatkan melalui peningkatan keragaman produk. Maksudnya, membuat produk pupuk sesuai karakteristik lahan seperti sawah, lahan kering, rawa pasang surut, rawa lebak.

“Satu jenis pupuk tidak mungkin bisa untuk semuanya karena setiap tanaman, setiap lahan, dan setiap musim itu unik,” katanya, seperti dikutip Republika.

Loading...

Ia juga menyebutkan bahwa pupuk bersubsidi memang bermacam jenisnya. Masing-masing memiliki manfaat tersendiri. Contohnya urea, terbuat dari campuran gas amoniak dan gas asam arang. Pupuk bersubsidi urea ini menjadi salah satu yang paling banyak digunakan petani, baik untuk lahan pertanian maupun budidaya.

“Pupuk ini memiliki kadar air yang cukup tinggi sehingga mempercepat pertumbuhan tanaman. Adanya kandungan air juga membuat tanaman akan tumbuh hijau,” ujarnya.

Lebih lanjut Edhy menyebutkan, pupuk selanjutnya adalah SP-36 yang memiliki manfaat menambah unsur hara phosphor pada tanaman. Dengan pupuk ini, buah yang dihasilkan akan lebih banyak dan kualitas biji jadi lebih baik.

“Begitu juga dengan pemasakan buah menjadi lebih cepat,” tutur dia.

Menurutnya, Kementan juga telah menyiapkan perangkat untuk mendukung kebutuhan kualitas pupuk yang beredar di seluruh wilayah Indonesia melalui perangkat pendaftaran pupuk yang akan diedarkan secara komersial di Indonesia secara online (daring).

“Kementan telah memberikan kemudahan sejak tahun 2014 melalui pendaftaran secara elektronik yang dapat dimonitor secara transparan,” ujar Edhy.

Selain itu, lanjut dia, Kementan juga telah menyiapkan dasar hukum yang digunakan untuk pendaftaran pupuk dan pembenah tanah di Indonesia seperti Permentan 36 Tahun 2017 untuk Pupuk Anorganik dan Permentan No. 01/2019 untuk Pupuk Organik, Pupuk hayati dan Pembenah Tanah.

Baca Juga:  Polandia Beri Julukan “The Black Gold” untuk Kopi Indonesia

“Untuk melindungi petani, maka persyaratan utama yang harus dipenuhi adalah uji mutu dan uji efektivitas sesuai dengan jenis pupuk yang didaftarkan,” imbuhnya.

Loading...
Loading...