Kulik 5 Varietas Unggul Cabai Rawit

Pertanianku — Salah satu komoditas pertanian paling menarik yang banyak dilirik adalah cabai. Kebutuhan masyarakat Indonesia akan cabai terbilang tinggi. Cabai, terutama cabai rawit, banyak dimanfaatkan untuk memberi sensasi pedas pada makanan. Bila Anda tertarik dengan budidayanya, tak ada salahnya mengulik 5 varietas unggul cabai rawit berikut.

varietas unggul cabai
Foto: freepik

Nirmala

Varietas cabai unggul yang pertama adalah cabai rawit nirmala. Cabai ini memiliki warna dasar kuning dan akan berbuah warna menjadi merah saat sudah tua. Nirmala diproduksi oleh East West Seed Indonesia.


Loading...

Keunggulan dari cabai nirmala adalah pertumbuhannya yang seragam. Tanaman cabai nirmala juga mampu menghasilkan banyak buah. Selain itu, cabai jenis ini sangat baik untuk dijadikan bahan baku sambal.

Santika

Varietas berikutnya adalah cabai santika. Varietas ini memiliki warna dasar hijau dan berubah merah ketika sudah tua. Sama seperti nirmala, cabai ini juga diproduksi oleh East West Seed Indonesia. Ciri utama cabai santika adalah ukurannya kecil. Oleh karena itu, cabai ini cocok dijadikan teman saat menyantap gorengan.

Sonar

Cabai sonar merupakan cabai rawit hibrida yang bisa beradaptasi luas baik di dataran rendah sampai dataran tinggi. Selain itu, cabai sonar juga mudah dalam perawatannya. Ciri tanaman cabai sonar adalah tegak dengan ruas pendek.

Cabai sonar memiliki kemampuan produktivitas yang tinggi dan mampu berbuah lebat. Buah ini berwarna hijau gelap saat masih muda. Semakin masak, warnanya akan berubah menjadi merah tua. Buah berukuran panjang 5,5 cm dengan diameter 0,6 cm. Cabai ini dapat dipanen pada 73 hari setelah tanam dengan potensi produktivitas menyentuh 20 ton per hektare. Keunggulan lain dari cabai sonar adalah rasanya yang sangat pedas.

Baca Juga:  Cabai Pelangi Karya Anak Bangsa

Cakra Putih

Varietas cakra putih bukan cabai rawit hibrida. Ciri cabai cakra putih adalah warna buahnya yang putih kekuningan dan baru berubah menjadi kemerahan saat sudah masak. Pertumbuhan tanaman cabai ini sangat kuat dan pohonnya memiliki banyak percabangan.

Cabai cakra putih menghasilkan buah dengan posisi tegak ke atas. Bentuk buah agak pipih dan rasanya sangat pedas. Anda bisa memanennya dalam waktu 105 hari setelah tanam dengan potensi produktivitas hingga 12 ton per hektare. Keunggulan dari cabai cakra putih adalah tahan terhadap serangan penyakit antraknosa.

Cakra Hijau

Sama seperti cakra putih, cabai cakra hijau juga bukan cabai hibrida. Tanaman ini mampu beradaptasi di dataran rendah dan dataran tinggi. Saat masih muda, buahnya berwarna hijau dan berubah menjadi merah saat sudah masak.

Keunggulannya adalah rasa buah cabai cakra hijau pedas dan tanah terhadap serangan hama penyakit yang biasa menyerang cabai. Buah cabai bisa dipanen pada umur panen 85—90 hari setelah tanam.

Varietas cabai rawit yang beredar di pasaran sangat terbatas. Hal ini karena petani lebih banyak menanam bibit dari cabai yang sudah dibudidayakan sebelumnya. Bila Anda ingin mencoba membudidayakan cabai rawit, sebaiknya lahan yang Anda miliki berada pada ketinggian 300—400 mdpl.

Loading...
Loading...