Kultur Probiotik, Andalan untuk Meningkatkan Produksi Budidaya Perikanan

Pertanianku— Saat ini Kementerian Kelautan dan Perikanan memiliki program prioritas, yakni pengembangan budidaya perikanan untuk meningkatkan ekspor. Budidaya tersebut perlu didukung dengan hasil riset kelautan dan perikanan. Ada empat komoditas unggulan di pasar global, yakni udang, lobster, kepiting, dan rumput laut. Salah  satu teknologi yang dapat mendukung program tersebut adalah kultur probiotik.

kultur probiotik
foto: Pertanianku

Pusat Pelatihan dan Penyuluhan Kelautan Perikanan (Puslatluh KP) melalui Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Bitung pada (13/10) telah menggelar Pelatihan Kultur Probiotik Angkatan 2. Pelatihan tersebut bertujuan meningkatkan kapabilitas sumber daya manusia di bidang kelautan dan perikanan. Pelatihan digelar secara daring dan diikuti oleh 372 peserta yang berasal dari 34 provinsi.

Plt. Kepala BRSDM, Kusdiantoro, menjelaskan, pelatihan ini merupakan implementasi untuk meningkatkan budidaya perikanan untuk ekspor. Selain itu, pelatihan juga mendukung pembangunan Kampung-kampung Perikanan Budidaya yang berbasis kearifan lokal di perikanan tawar, payau, dan laut. Kampung Perikanan tersebut diharapkan mampu mengentaskan kemiskinan dan menjaga keberlangsungan ikan lokal bernilai ekonomi tinggi.

“Ini merupakan salah satu upaya kita dalam menyediakan pangan berupa ikan untuk masyarakat Indonesia. Semakin meningkat angka konsumsi semakin meningkat pula kebutuhan terhadap ikan. Dengan masifnya kegiatan budidaya, harga ikan pun saat ini stabil dan memiliki berbagai variasi untuk dikonsumsi. Untuk tingkatkan produksi, tentu kita harus berinovasi, salah satunya dengan menekan kebutuhan pakan, air, dan meminimalisir limbah dengan probiotik,” papar Kusdiantoro seperti dilansir dari laman kkp.go.id.

Probiotik memiliki banyak manfaat dalam budidaya perikanan, seperti meningkatkan pertumbuhan dan imun ikan/udang. Selain itu, probiotik juga dapat meningkatkan kualitas perairan pada media budidaya yang digunakan.

Probiotik dapat menyerap racun (ammonia) dan mengurangi pengaruh buruk bahan organik, seperti sisa pakan dan kotoran ikan yang mengendap di dasar kolam. Dari seluruh manfaat tersebut probiotik merupakan super-suplement yang dapat menggenjot produksi subsektor perikanan budidaya di Indonesia.

Baca Juga:  Petani Perlu Menguasai Teknologi Pascapanen yang Benar

“Pelatihan ini tidak sekedar meningkatkan pengetahuan bagi para pembudidaya, namun juga peluang untuk dijadikan bisnis baru yang mudah untuk dikembangkan karena tidak perlu memiliki lahan luas dan juga bisa dilakukan di paruh waktu. Kami menargetkan, minimal 5 persen peserta yang mengikuti pelatihan ni dapat berkembang menjadi entrepreneur baru bidang probiotik. Sehingga pada saatnya nanti, mereka akan menjadi pengusaha perikanan budidaya yang mandiri, berkualitas, dan mampu menggantungkan hidup dari budidaya perikanan,” terang Kusdiantoro.