Kumbang, Hama pada Budidaya Jamur yang Meresahkan

Pertanianku — Kumbang Cyllodes bifacies merupakan hama yang menyerang tubuh buah dan menggerogoti bagian tudung jamur. Hama kumbang dapat merusak kualitas jamur sehingga tidak layak dijual. Pasalnya, tudung yang sudah diserang akan berubah menjadi lembek dan berair.

hama kumbang
foto: Pertanianku

Kumbang sering ditemukan di dalam rumah kumbung dan bersembunyi di media tumbuh. Hama ini bisa masuk ke rumah kumbung melalui ventilasi atau bersamaan dengan pekerja yang hilir-mudik.

Pengendalian kumbang dapat dilakukan dengan rutin melakukan pemantauan terhadap populasi hama di tempat. Setiap kumbang yang didapati berada di dalam rumah kumbung harus segera diambil dan dimatikan agar populasinya tidak bertambah banyak. Mematikan kumbang sangat dianjurkan tidak menggunakan bahan kimia agar tidak meninggalkan residu pada jamur.

Petani bisa memanfaatkan bawang putih untuk membasmi kumbang yang merugikan. Bawang putih sangat aman sekaligus mudah didapatkan dan digunakan.

Bawang putih hanya perlu dihaluskan dengan blender atau ditumbuk. Lalu, campurkan 3 liter air dan aduk hingga tercampur merata. Saring air campuran tersebut dan masukkan ke alat penyemprot.

Larutan bawang putih disemprotkan ke bagian baglog yang terserang hama kumbang. Aroma Allium sativum sudah terbukti ampuh mengusir kumbang dan ulat dari dalam rumah kumbung. Penggunaan bawang putih sama sekali tidak akan meninggalkan residu pada jamur dan baglog sehingga jamur yang dihasilkan jauh lebih sehat dan organik.

Pengendalian kumbang dilakukan dengan menjaga sanitasi rumah kumbung dan lingkungan agar tidak menjadi tempat berkembang hama.

Selain hama kumbang, masih ada beberapa hama lain yang wajib diwaspadai oleh pembudidaya karena hama tersebut juga dapat merusak kualitas jamur yang dihasilkan. Hama tersebut di antaranya ulat dan beberapa macam serangga.

Baca Juga:  Media Tanam yang Tepat untuk Hidroponik

Hama sangat mudah muncul pada produksi jamur yang tidak dirawat dengan baik. Serangan hama dapat mengakibatkan jumlah produksi menurun sehingga petani mengalami kerugian. Kerugian ini akibat kehilangan hasil panen dan biaya operasional serta waktu untuk penanganan hama.