Kunci Keberhasilan Produksi Gula Semut untuk Pasar Ekspor

Pertanianku — Dalam beberapa tahun terakhir ini popularitas gula semut sebagai salah satu bahan pemanis meningkat. Gula semut merupakan gula merah versi bubuk, ada yang menyebutnya sebagai gula kristal. Gula yang berbentuk bubuk ini lebih praktis saat digunakan dan mudah ditakar dengan sendok. Pasar gula semut sudah merambah ke pasar global. Meskipun begitu, ada beberapa standar yang harus dipenuhi.

gula semut
foto: Trubus

Standar mutu gula yang akan diekspor adalah berkadar air 2 persen, sedangkan petani di Indonesia masih menghasilkan gula semut dengan rata-rata kadar air 5 persen. Standar lain yang harus dipenuhi adalah warna cokelat kekuningan, bebas dari bahan kimia anorganik yang dibuktikan dengan sertifikat organik, dan berukuran seragam.

Negara tujuan ekspor meliputi Belanda, Jerman, Amerika Serikat, Jepang, Australia, Selandia Baru, Kanada, Afrika Selatan, Uni Emirat Arab, Swiss, dan Singapura. Agar gula semut yang Anda hasilkan memenuhi standar ekspor ke negara-negara tersebut, simak beberapa tips berikut.

Perhatikan mutu bahan baku

Pemilihan bahan baku yang berkualitas menjadi salah satu kunci mendapatkan gula berkualitas. Bahan baku gula semut adalah gula cetak. Gula cetak kelas A memiliki ciri-ciri antara lain berwarna kuning cerah, mudah patah, dan aromanya harum. Bahan baku selanjutnya yang Anda butuhkan adalah nira. Sebaiknya, gunakan nira nomor satu untuk menghasilkan gula bermutu.

Produsen gula semut di Yogyakarta selalu membersihkan wadah penampung nira yang berbahan potongan bambu sebelum menderes (menyadap). Wadah tersebut dicuci dengan air hangat, kemudian digosok dengan manggar. Setelah itu, larutan getah manggis dan kapur sirih dimasukkan ke wadah sebelum diisi oleh nira untuk mengurangi keasaman nira dan menjernihkannya.

Strategi pemasaran

Proses pemasaran dapat lebih mudah bila produsen telah mengantongi sertifikat organik. Untuk mendapatkan sertifikat organik, produsen harus melakukan budidaya secara organik, seperti menggunakan pupuk organik. Kiat-kiat mengembangkan usaha gula semut skala ekspor diulas lebih lengkap di Kelas Trubus: Bisnis Manis Gula Semut Organik, Hingga Tembus Pasar Ekspor.

Kelas Trubus yang bisa diakses di www.kelastrubus.id mengulas kiat membangun kemitraan petani, memilih bahan baku yang bagus, proses pengolahan yang tepat, ragam produk turunan, pengemasan, pengurusan izin, serta sertifikasi produk. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi WhatsApp admin Kelas Trubus.

Baca Juga:  Kotoran Sapi Sumber Pendapatan Tambahan Bagi Peternak