Kunci Sukses Membuat Keripik Tempe yang Laris di Pasaran

Pertanianku Keripik tempe bisa menjadi salah satu solusi untuk menambah nilai ekonomi tempe. Produk olahan ini sebenarnya bukan hal baru, hanya saja peminat produk keripik tempe tidak pernah padam. Bahkan, produk keripik tempe yang dibuat oleh pabrik besar masih laku di pasaran. Ini tandanya peluang bisnis keripik tempe masih cukup menjanjikan.

keripik tempe
foto: https://disdag.kalselprov.go.id/

Nah, buat Anda yang ingin memulai usaha pembuatan keripik tempe, berikut ini ada beberapa kunci sukses yang harus diperhatikan.

Bahan baku

Loading...

Bahan baku yang digunakan sangat beragam bergantung pada produsen yang membuatnya. Tempe yang digunakan bisa berasal dari kedelai, ampas tahu, limbah minyak kacang tanah, ampas bungkil kelapa, biji kara benguk, biji lamtoro, biji kecipir, buncis, kacang tunggak, dan biji turi. Namun, tempe yang biasa dikonsumsi oleh orang Indonesia adalah tempe yang terbuat dari kedelai.

Bahan tambahan berguna membuat keripik semakin menambah rasa, menjaga keawetan keripik, serta menjaga bentuk fisik keripik agar semakin menarik. Bahan yang biasa digunakan adalah tepung tapioka, tepung beras, bawang putih, kencur, kemiri, ketumbar, garam, telur ayam, serta aneka perasa dan bumbu lainnya yang dibutuhkan.

Pengirisan

Pengirisan merupakan tahap penting yang harus dilakukan agar mendapatkan ukuran irisan tempe yang seragam. Dengan ketebalan yang seragam, proses penggorengan akan jauh lebih mudah dan tingkat kematangan menjadi lebih sempurna. Ketebalan irisan tempe juga memengaruhi kerenyahan keripik tempe.

Pembuatan adonan keripik 

Proses pembuatan adonan berpengaruh terhadap keripik tempe yang dihasilkan. Tingkat keenceran adonan menjadi kunci penting. Adonan yang terlalu encer akan membuat tepung susah menempel pada tempe. Sementara itu, adonan yang terlalu pekat membuat adonan menempel terlalu tebal sehingga menyebabkan keripik menjadi tidak renyah.

Baca Juga:  Cara Mengolah Rumen Sapi Menjadi Starter Pupuk dan Pakan Ternak

Penggorengan

Metode penggorengan ada dua, yaitu penggorengan dengan suhu rendah dan suhu tinggi. Penggorengan dengan suhu rendah berfungsi untuk menjaga keutuhan kandungan gizi pada bahan. Metode penggorengan ini biasanya dilakukan untuk sayur dan buah. Sementara itu, tempe digoreng dengan metode deep frying, di mana tempe dicelupkan ke dalam minyak yang bersuhu tinggi hingga matang.

Penirisan

Penirisan dilakukan dengan ayakan, saringan, atau dengan alat sentrifugasi. Penirisan berfungsi memisahkan minyak yang masih menempel pada produk keripik sehingga keripik akan jauh lebih kering.

Pemberian rasa

Pemberian rasa berfungsi menambah cita rasa pada keripik tempe yang Anda buat. Penambahan rasa juga bisa menjadi daya tarik keripik.

Pengemasan

Tahap akhir yang harus dilakukan adalah pengemasan keripik dengan kemasan yang bagus agar kualitas keripik tidak menurun.

 

 

 

Loading...
Loading...