Kunci Sukses Usaha Pembibitan Kambing

Pertanianku— Permintaan daging kambing tidak pernah ada matinya, meski sedang tidak hari raya. Permintaan tersebut perlu diimbangi dengan suplai kambing potong dari peternak kambing. Itu sebabnya usaha ternak kambing potong terbilang berpotensial di Indonesia. Sebagian peternak masih mengambil bibit kambing dari pembibit. Itu artinya, usaha pembibitan kambing juga sama berpotensialnya seperti ternak kambing.

pembibitan kambing
foto: pertanianku

Usaha pembibitan kambing masih jarang dikelola secara profesional. Biasanya, pembibit mengembangkannya secara sederhana. Padahal, usaha pembibitan bisa memberikan keuntungan yang menjanjikan bila ditekuni lebih serius. Berikut ini beberapa kunci sukses usaha pembibitan kambing.

Gunakan calon induk yang berkualitas

Gunakan calon induk jantan dan betina yang berkualitas. Jika berjalan dengan baik, satu induk akan melahirkan sebanyak 2 kali dalam satu tahun. Ketika akan menjual hasil panen, populasi yang dijual sebaiknya hanya 1/3 dari jumlah yang ada, sedangkan sisanya digunakan untuk produksi selanjutnya.

Ciptakan suasana kandang yang baik

Agar usaha berjalan lancar, buatlah kandang selalu dalam kondisi baik. Kandang sebaiknya dibuat panggung dengan bagian kolong di bawahnya. Sebelum digunakan, kandang harus disterilkan terlebih dahulu. Gunakanlah jenis kambing unggulan seperti boer, kacang, kejobong, atau saanen. Rasio perkawinan antara jantan dan betina adalah 1:10.

Anda harus menyediakan kandang yang terdiri atas beberapa bagian, yaitu bagian untuk pejantan 125 cm × 150 cm, induk bunting tua 125 × 100 cm, induk menyusui 300 cm × 150 cm, dan anak kambing 50 cm × 100 cm. Kandang tersebut harus disediakan sarana pendukung, seperti pakan, minum, obat, dan vaksin.

Ketahui siklus birahi

Kunci sukses berikutnya dari usaha pembibitan ini adalah mengetahui siklus birahi kambing, yaitu antara 17–21 hari dan rata-rata 19 hari sekali.

Baca Juga:  Perbedaan antara Hay dan Silase

Berikan pakan berkualitas

Selama proses pemeliharaan, asupan pakan harus dijaga dengan memberikan hijauan yang sudah dilayukan sebanyak 10 persen dan konsentrat 2–3 persen dari bobot kambing. Berikan tambahan vitamin dan mineral. Sementara itu, anak kambing dapat diberikan kolostrum dan susu.