Kunjungan Wisatawan Pulau Komodo Perlu Ditata Ulang


Pertanianku Kunjungan wisatawan Pulau Komodo di Kabupaten Manggarai Barat, Pulau Flores perlu ditata ulang karena sudah tidak beraturan. Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Timur, Ardu Marius Jelamu.

wisatawan pulau komodo
Shutterstock

“Kunjungan wisatawan ke Pulau Komodo memang dikhawatirkan berbagai pihak termasuk wisatawan asing, karena membeludak dan tidak beraturan lagi,” kata Marius dikutip dari Antaranews.com, Kamis (9/11).

Ia mengatakan, arus kunjungan wisatawan ke Pulau Komodo itu dikhawatirkan dapat mengganggu ekosistem. Selain itu, dapat membahayakan keselamatan habitat binatang purba raksasa komodo (Varanus kommodoensis). Oleh karena itu, perlu penataan ulang.

“Saya sudah membicarakan masalah tersebut dengan otoritas Taman Nasional Komodo (TNK), termasuk rencana untuk menyurati pihak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk memperhatikan mekanisme kunjungan wisatawan ke Pulau Komodo,” ungkap Marius.

TNK kini menjadi salah satu destinasi wisata primadona di Indonesia setelah ditetapkan menjadi salah satu dari tujuh keajaiban dunia (New7 Wonders).

Selain itu, Marius juga menjelaskan, inti dari rencana untuk menyurati pihak kementerian tersebut. Pihaknya meminta KLHK segera mengadakan rapat koordinasi dengan Kementerian Pariwisata dan otoritas TNK untuk mengatur kembali mekanisme kunjungan wisatawan ke Pulau Komodo.

Sebab, arus kunjungan wisatawan yang tidak beraturan itu dikeluhkan oleh wisatawan internasional ketika diadakan Komodo Travel Mart beberapa waktu lalu.

“Banyak sekali masukan kepada saya dari turis luar negeri yang meminta agar arus kunjungan wisatawan ditata kembali, agar tidak membludak dan tak beraturan seperti yang berlangsung saat ini,” ujar Marius.

Menurut Marius, penataan ulang bagi wisatawan yang hendak berkunjung ke Pulau Komodo itu semata-mata untuk menjaga kelestarian ekosistem di pulau itu. Tujuannya, agar tidak mengancam keselamatan binatang purba yang langka itu.

Baca Juga:  Mendadak! Walikota Semarang Datangi Pabrik Pengolahan Pangan Ternak

“Kita tentu tidak inginkan agar kondisi satwa komodo yang masuk dalam keajaiban dunia ini pada akhirnya menjadi stres, jatuh sakit, dan semakin berkurang akibat banyaknya kunjungan wisatawan yang mengganggu habitatnya di Pulau Komodo,” pungkasnya.

loading...
loading...