Kupas Tuntas Budidaya Terung Hijau

Pertanianku — Selain terung ungu, terung hijau juga sering dikonsumsi karena lezat dan kaya nutrisi. Budidaya terung hijau dapat dilakukan di dataran tinggi dengan suhu udara sekitar 22—30°C. Jenis tanah yang baik adalah lempung berpasir, subur, kaya akan bahan organik, aerasi baik, dan berdrainase baik. Tingkat keasaman tanah yang dibutuhkan sekitar 6,8—7,3.

budidaya terung hijau
foto: Pixabay

Daerah yang dipilih sebagai tempat budidaya terung hijau harus mendapatkan sinar matahari yang cukup. Tanaman ini cocok ditanam saaat musim kemarau.

Pembibitan

Bibit terung hijau bisa diperoleh dari buah terung yang sudah masak atau membusuk di pohon. Biji-biji yang sudah terkumpul harus dikeringkan selama 3 hari. Anda juga bisa menggunakan bibit yang dibeli di toko pertanian.

Semai bibit

Penyemaian dilakukan pada tempat berukuran 50 cm × 50 cm. Tanah yang akan digunakan harus digemburkan terlebih dahulu dengan cara dicangkul. Setelah itu, taburkan pupuk kandang atau kompos untuk meningkatkan kesuburan tanah penyemaian. Selanjutnya, sebar benih secara merata di atas tempat penyemaian dan tutup dengan tanah yang gembur.

Bila memungkinkan, tutup tempat persemaian dengan ketinggian 30—40 cm di atas permukaan untuk melindungi bibit dari air hujan. Dalam kurun waktu beberapa minggu, bibit terung akan tumbuh dan mengeluarkan 4—5 daun.

Persiapan penanaman

Penanaman terung hijau dapat dilakukan di polibag berukuran sedang sekitar 40 × 50 cm. Siapkan media tanam tanah yang gembur dan pupuk kandang dengan perbandingan 3:1. Masukkan media tanam yang sudah tercampur merata ke polibag hingga 10 cm dari bagian atas. Biarkan media tanam tersebut selama dua minggu sebelum digunakan untuk menanam benih terung.

Sementara itu, penanaman yang dilakukan di lahan perlu diawali dengan pengolahan lahan. Tanah dibersihkan dari gulma dan tanaman pengganggu lainnya. Bajak tanah hingga menjadi gembur, kemudian buat bedengan dengan lebar 90—100 cm, tinggi 20—25 cm, dan panjang yang menyesuaikan dengan kondisi lahan. Setelah bedengan jadi, taburi dengan dolomit 1—2 ton/hektare jika pH di bawah 6,5.

Baca Juga:  Jurus Meningkatkan Nilai Tambah Olahan Cabai dengan Metode Pengeringan

Setelah 10 hari kemudian taburkan pupuk kandang atau kompos pada bedengan secara merata. Anda bisa menambahkan pupuk kimia, NPK, atau campuran TSP, KCL, dan ZA dengan perbandingan 2:1:1 dan dosisnya 0,5 oz/tanaman.

Penanaman

Bibti tanaman sudah bisa ditanam setelah 25—30 hari setelah semai. Penanaman sebaiknya dilakukan pada sore hari dan pilihlah bibit yang bagus dengan ciri-ciri berbatang kuat serta daunnya berwarna hijau segar.

Perawatan

Lakukan penyiraman seacara rutin pada awal pertumbuhan untuk menjaga kelembapan media tanam. Lakukan penyulaman pada bibit yang mati atau tumbuh tidak normal. Berikan ajir sedini mungkin agar tidak mengganggu pertumbuhan tanaman. Jangan lupa untuk rutin melakukan penyiangan pada gulma yang tumbuh di sekitar tanaman dan pemangkasan tunas liar.

Panen

Panen sudah bisa dilakukan saat tanaman berumur 45—50 HST, bergantung pada teknik perawatan dan jenis varietas tanaman. Buah sudah bisa dipanen setelah mencapai ukuran maksimum dan masih muda. Panen dapat dilakukan dengan memetik batang dengan tangan atau menggunakan pisau tajam.