Kutu Dompolan pada Tanaman Jeruk

Pertanianku Kutu dompolan atau Planococcus citri Risso merupakan salah satu hama yang menjadi momok bagi petani jeruk dan kopi. Kutu ini dapat menyerang bagian tangkai buah sehingga mengakibatkan banyak buah berguguran. Bagian yang terserang oleh kutu dompolan akan tampak dipenuhi oleh banyak kutu berwarna putih seperti kapas.

kutu dompolam
foto; Pertanianku

Kutu dompolan yang sudah dewasa berbentuk oval, datar, berwarna kuning kecokelatan, kuning muda, atau kuning tua. Ukurannya sangat kecil, panjangnya hanya sekitar 3—4 mm dengan lebar 1,5—2 mm. Seluruh lapisan tubuh kutu ditutupi oleh lilin dan di bagian tepi badannya terdapat duri-duri yang terbuat dari bahan semacam lilin sebanyak 14—18 pasang.

Hama ini memperbanyak diri dengan cara bertelur. Telur tersebut diletakkan di dalam kantong-kantong yang terbuat dari benang seperti lilin halus dan berada di belakang tubuh kutu betina. Terkadang, ukuran kantong ini bisa lebih besar daripada ukuran kutu betina.

Satu ekor kutu betina bisa menghasilkan hingga 300 butir. Telur-telur tersebut akan diletakkan di bagian tanaman dan akan berlangsung selama 2—17 hari. Perkembangan kutu ini memang sangat cepat dan siginifikan. Oleh karena itu, Anda perlu melakukan tindakan pencegahan lebih dini jika sudah menemukan beberapa ekor kutu.

Nimfa yang baru menetas akan terlihat berwarna hijau muda atau kuning pucat, bergantung pada stadiumnya. Nimfa tersebut akan bergerak meninggalkan induknya dan mencari bagian tanaman lain.

Populasi kutu dompolan semakin meningkat di musim kemarau, apalagi jika kelembapan nisbi pada siang hari berada di bawah 75 persen. Jika kelembapan nisbi semakin berkurang menjadi di bawah 70 persen selama 3—4 bulan, petani perlu berhati-hati karena bisa saja terjadi ledakan populasi hama yang sulit terkendali.

Baca Juga:  Hal Penting yang Harus Diperhatikan Saat Berbisnis Bibit Jamur Merang

Penyebaran kutu dibantu juga oleh angin, hujan, dan semut gramang. Kutu dompolan akan menghasilkan embun madu yang disukai oleh semut. Kedua hewan ini saling menguntungkan satu sama lain. Embun tersebut dapat memancing kehadiran jamur jelaga yang menyebabkan pertumbuhan bagian tanaman yang terserang menjadi tidak normal. Kutu dompolan sangat menyukai tempat yang agak teduh, tetapi tidak terlalu lembap juga.

Hama ini bisa dikendalikan dengan cara bercocok tanam dengan benar, seperti mengikuti seluruh persyaratan tumbuh (suhu, curah hujan, ketinggian tempat, jenis tanah, dan angin), jarak tanam, pemupukan, serta pengamatan populasi tanaman yang terserang kutu.

Jangan lupa untuk selalu menjaga sanitasi kebun dan membersihkan gulma, cabang, serta bagian buah yang sudah terserang. Anda juga bisa memanfaatkan predator alami kutu.

 

 


loading...