Lahan Pertanian di Banyumas Diserang Hama 


Pertanianku – Banyumas merupakan salah satu daerah penghasil beras. Namun, baru-baru ini tanaman padi di Kabupaten Banyumas yang terserang hama wereng mencakup lahan yang cukup luas. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Widarso menyebutkan, setidaknya sekitar 4.000 hektare tanaman padi di Kabupaten Banyumas terserang hama.

”Dari luas lahan yang terserang hama wereng tersebut, 500 hektare di antaranya mengalami puso atau gagal panen,” jelas Widarso, belum lama ini melansir Republika (8/8).

Lebih lanjut ia mengatakan, luas lahan tanaman padi yang terserang hama wereng pada musim tanam kali ini, jauh lebih tinggi dari musim tanam sebelumnya. Pada musim tanam sebelumnya, luas lahan tanaman padi yang terserang hama wereng hanya sekitar 2.000 hektare, sedangkan yang puso hanya sekitar 150 hektare.

Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan intensitas serangan hama kali ini cukup tinggi. Hal itu antara lain, selain pola tanam petani yang terus-menerus menanam lahannya dengan padi, juga dipengaruhi oleh kondisi iklim, jenis varietas tanaman padi yang ditanam, serta berbagai faktor lainnya.

”Kondisi cuaca yang sebelumnya diwarnai kemarau basah, menyebabkan petani tidak lagi menggunakan pola tanam padi-padi-palawija. Namun, sepanjang tahun terus ditanami padi, sehingga tidak memotong rantai perkembangbiakan hama,” lanjutnya.

Menurutnya, gejala akan mengganasnya serangan hama penyakit tanaman padi, sebenarnya sudah bisa diduga dalam musim tanam sebelumnya. Saat itu, hama wereng dan hama padi lainnya, sudah mulai menyerang sebagian areal persawahan. Namun, petani masih bisa mengatasi hal itu sehingga luas areal lahan yang terserang tidak terlalu banyak.

Jenis tanaman padi yang ditanam petani, ikut memengaruhi luas lahan yang diserang hama. ”Dalam pemilihan varietas, petani lebih cenderung menanam varietas yang memiliki hasil panen tinggi produksi yang tinggi. Padahal, varietas yang produktivitasnya tinggi, belum tentu tahan hama, khususnya wereng,” ungkapnya.

Baca Juga:  Nilai Tukar Petani Naik Sebesar 0,61 Persen
loading...
loading...