Lampung Ekspor Kopi Sebanyak 14 Ribu Ton Ke Asia dan Eropa


Pertanianku – Indonesia memang terkenal sebagai salah satu negara penghasil biji kopi yang berkualitas. Salah satu daerah yang banyak memproduksi kopi adalah Lampung. Berdasarkan catatan DInas Perdagangan Provinsi Lampung, volume ekspor biji kopi robusta Lampung selama Februari 2017 mencapai 14.321 ton dengan nilai USD28,8 juta.

“Meski panen belum mulai, tapi ekspor kopi Lampung ke sejumlah negara di dunia masih terus berlangsung,” kata Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Lampung, Ferynia, di Bandar lampung, seperti mengutip Okezone (4/4).

Ferynia menyebutkan, berdasarkan data yang dihimpun Koperindag Lampung, ekspor biji kopi robusta ataupun arabika daerah itu menuju beberapa negara terutama di kawasan Eropa dan Asia.

Negara tujuan ekspor Lampung antara lain Alzajair, Armenia, Belgia, Bulgaria, Republik Ceko, Mesir, Georgia, Jerman, Yunani, Hongkong, India, Italia, Jepang, Malaysia, Maroko, Portugal, Rusia, Singapura, Swiss, Inggris, Afrika Selatan, Rumania, Iran, Amerika Serikat, dan Swedia.

Sementara itu, panen kopi di Provinsi Lampung tahun ini diperkirakan turun sekitar 20% hingga 30% akibat intensitas musim hujan cukup tinggi pada tahun lalu.

“Faktor utama perkiraan turunnya panen kopi karena hujan yang cukup tinggi pada tahun lalu sehingga merontokkan bakal buah kopi,” kata Sunyoto, salah seorang petani kopi asal Kabupaten Lampung Barat.

Ia menyebutkan panen raya kopi diperkirakan sekitar Juli—Agustus 2017 di Lampung Barat dan sekitarnya itu diperkirakan turun. Hal ini disebabkan oleh musim hujan pada tahun lalu dengan intensitas cukup tinggi sehingga merusak atau merontokkan bakal buah biji kopi.

Namun demikian, lanjutnya, saat ini intensitas hujan di Lampung Barat dalam sebulan terakhir berkurang sehingga diharapkan biji kopi dapat tumbuh dengan baik.

“Mudah-mudahan hujan awal tahun hingga jelang panen tak sebesar tahun lalu,” tuturnya.

Baca Juga:  Pertanian Modern Tingkatkan Kesejahteraan Petani

Lebih lanjut Sunyoto mengatakan biji kopi tanaman petani di Lampung Barat saat ini sebesar biji jagung dan diharapkan bisa dipanen dalam lima hingga enam bulan mendatang.

Ia menjelaskan rata-rata panen kopi tahun lalu, di Lampung Barat sekitar 2 ton lebih dan diperkirakan tahun ini berkurang sekitar 20—30%.

Terkait harga biji kopi di tingkat petani, ia menyebutkan sekitar Rp25.000 per kilogram (kg), sedangkan di tingkat pengekspor mencapai Rp27.000/kg.

Lampung merupakan pemasok kopi robusta terbesar di tanah air dengan produksi rata-rata 100.000—120.000 ton per tahun dengan luas areal kopi mencapai 163.837 hektare.