Lampung Jadi Sentra Cabai Ramah Lingkungan dengan Irigasi Bertenaga Surya

Pertanianku— Desa Trimulyo, Kecamatan Tegineneng, Provinsi Lampung, merupakan daerah penghasil cabai terbesar di Lampung. Besarnya potensi daerah tersebut menjadi sentra penghasil cabai membuat pemerintah pusat bersinergi dengan pemerintah daerah dan BUMN untuk membangun fasilitas yang dapat membantu para petani cabai. Salah satu fasilitas yang diberikan adalah irigasi bertenaga surya.

sentra cabai
foto: pertanianku

Beberapa waktu lalu Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo meresmikan irigasi dengan pompa air bertenaga surya. Pengadaan irigasi bertenaga surya tersebut disponsori oleh CSR PT Bukit Asam, Tbk.

Bantuan yang berasal dari perusahaan tambang batu bara tersebut digunakan untuk mengalirkan air dari embung ke lahan pertanian yang ada di Desa Trimulyo. Penggunaan pompa bertenaga surya diharapkan bisa mengefisiensikan biaya pengairan yang harus dikeluarkan petani. Selain itu, penggunaan pompa tersebut tidak akan menimbulkan polusi untuk lingkungan sekitar.

Loading...

“Saya berharap masyarakat sekitar, khususnya petani dapat memelihara dan memanfaatkan sebaik-baiknya fasilitas-fasilitas yang diberikan dari Kementerian maupun BUMN. Dengan adanya bantuan ini, petani cabai di Kabupaten Pesawaran dapat berbudidaya cabai sepanjang tahun tanpa terkendala air dan produktivitas cabainya pun meningkat,” papar Prihasto Setyanto, Direktorat Jenderal Hortikultura, seperti dikutip dari laman hortikultura.pertanian.go.id.

Selain itu, Direktorat Jenderal Hortikultura juga memberikan bantuan saprodi yang bisa digunakan untuk mengembangkan kawasan cabai di lahan seluas 50 hektare. Bantuan tersebut berupa benih bersertifikat dan sarana pengendalian OPT berupa likat kuning. Likat kuning sangat dibutuhkan oleh petani karena sudah terbukti ampuh melawan serangan thrips dan lalat buah. Petani di Lampung pun sudah menggunakan likat kuning sejak lama.

Pemberian benih tersebut diharapkan bisa membantu petani mendapatkan hasil panen yang lebih optimal. Biasanya, masyarakat sekitar hanya menggunakan benih varietas lokal krisna.

Baca Juga:  Waspada, Penyakit Cabai yang Sering Datang Saat Musim Hujan

Dalam kesempatan yang sama, Kasubdit Aneka Cabai dan Sayuran Buah, Dessi Rahmaniar memberikan arahan kepada pemerintah daerah untuk mendaftarkan benih lokal yang digemari oleh masyarakat melalui BPSB. Hal tersebut bertujuan untuk menjaga mutu benih tersebut.

Dessi juga menuturkan jajaran Ditjen Hortikultura akan terus mengawal penanaman cabai di Kabupaten Pesawaran.

 

Loading...
Loading...