Lampung Lakukan Rehabilitasi Tanaman Kopi Tua


Pertanianku — Sebagai penghasil biji kopi jenis robusta, Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunak) Lampung akan melakukan rehabilitasi tanaman kopi tua. Pergantian tanaman kopi dengan bibit baru ini diharapkan dapat meningkatkan produktivitas kopi lampung.

rehabilitasi tanaman kopi tua
Foto: Google Image9

Kepala Disbunak Lampung, Dessy Desmaniar Romas mengatakan, rehabilitasi tanaman kopi tua dengan mengganti bibit yang baru juga dibarengi dengan pemberian pupuk yang seimbang, dan cara tanam pekebun yang baik, akan menghasilkan biji kopi yang berkualitas.

“Untuk mendapatkan biji kopi yang kualitas bagus, tidak saja dengan bibit baru, kita ajarkan juga petani dalam hal panen hingga packing,” katanya di Bandar Lampung, mengutip Republika, Kamis (22/3).

Dalam Renstra Nasional 2019, Provinsi Lampung menjadi salah satu daerah yang ikut mengemban amanah dari Kementerian Pertanian dalam pemenuhan target pangan nasional. Di antaranya tebu 3,80 juta ton, daging sapi 0,75 juta ton, karet 3,81 juta ton, kelapa 3,49 juta ton, dan biji kopi kering 0,78 ton.

Sementara, untuk pengadaan dan pengembangan, lahan kopi di Lampung seluas 16,4 ribu hektare, karet 5,8 ribu hektare, kelapa seluas 28 ribu hektare, dan tebu 16 ribu hektare.

Dinas Pariwisata Lampung menyatakan, ekspor komoditas kopi robusta asal Lampung jadi yang terbesar secara nasional. Kontribusi kopi robusta kebanggaan Lampung tersebut sebesar 70 persen ekspor kopi nasional.

Kepala Dinas Pariwisata Lampung, Budiharto mengatakan, kopi robusta Lampung merupakan yang terbaik di Indonesia. Biji kopi asal Lampung sangat diminati masyarakat Jepang dan Timur Tengah. Hal itu terbukti dengan ekspor kopi Lampung ke kawasan tersebut relatif tinggi.

Total ekspor sebanyak 140.117 biji kopi kering per tahunnya. Selain itu, luasnya perkebunan kopi robusta di Lampung dapat meningkatkan perekonomian masyarakat dan menjadi daya tarik wisata daerah.

Baca Juga:  Harga Vanilli Diprediksi Terus Membubung Tinggi Hingga 2028

Menurutnya, kekayaan alam dan budaya yang dimiliki Lampung ini harus terus didorong agar dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Untuk mewujudkan hal tersebut, ia mengharapkan dukungan dari pemerintah pusat dan Badan Ekonomi Kreatif.