Langkah Budidaya Jamur Kuping yang Benar

Pertanianku — Jamur kuping termasuk jamur konsumsi yang digemari masyarakat. Tak heran, jenis jamur ini sangat mudah dijumpai di warung sayur ataupun pasar. Tidak hanya lezat, jamur juga berkhasiat untuk menjaga kesehatan tubuh. Tingginya permintaan jamur kuping membuat usaha budidaya jamur kuping terus eksis hingga saat ini. Untuk Anda yang tertarik memulai usaha budidaya jamur kuping, simak ulasan langkah budidayanya di bawah ini.

budidaya jamur kuping
foto: Pertanianku

Media tanam

Jamur kuping membutuhkan media tanam berupa campuran antara serbuk gergaji kayu 85 persen, bekatul 10 persen, kapur CaCO3 1 persen, dan air secukupnya. Untuk 100 m2 dibutuhkan serbuk gergaji 6.120 kg, bekatul 720 kg, dan kapur CaCO3 72 kg. Bahan-bahan tersebut dicampur di atas lantai yang bersih secara merata hingga kadar airnya menjadi 50—70 persen. Salah satu tandanya, jika dikepal sudah tidak ambyar.

Fermentasi media tanam

Media tanam perlu difermentasikan terlebih dahulu dengan cara mendiamkan bahan-bahan selama 3—5 hari. Selama proses fermentasi, suhu media akan meningkat hingga mencapai 70°C. Pada tahap ini perlu dilakukan pembalikan/pengadukan media tanam setiap dua hari sekali agar proses pelapukan terjadi secara merata. Media tanam siap digunakan apabila telah berwarna cokelat atau kehitaman.

Membuat baglog

Masukkan bahan media tanam ke kantong plastik berukuran 30 cm × 20 cm hingga setinggi 20 cm, lalu dipadatkan hingga menyerupai botol (baglog). Pada ujung mulut botol diberi ring, kemudian mulut botol ditutup dengan kapas. Setelah itu, mulut baglog ditutup plastik agar air tidak masuk saat proses sterilisasi.

Sterilisasi

Proses sterilisasi baglog dilakukan dengan cara dikukus pada suhu 95—120°C selama 6—8 jam. Sterilisasi yang merupakan proses penguapan ini dimaksudkan untuk membunuh mikroba liar yang ada.

Baca Juga:  Mengenali Penyebab Buah Tomat Busuk

Inokulasi

Baglog didiamkan di ruang inokulasi sampai suhu normal kembali. Ruang inokulasi harus dalam keadaan steril dan sirkulasi udara berjalan dengan baik. Inokulasi dilakukan dengan cara membuka tutup baglog di atas api spiritus, lalu bibit diambil dari botol dengan kawat yang telah dipanaskan agar steril. Selanjutnya, bibit dimasukkan secara merata ke mulut baglog yang telah diambil kapasnya.

Inkubasi

Letakkan baglog di dalam ruang inkubasi dengan suhu 28—35°C, kelembapan 89 persen, dan pencahayaan lampu TL 60 watt. Lama masa inkubasi adalah 4—8 minggu. Pada masa itu, biasanya telah tumbuh miselium putih pada baglog.

Pemeliharaan

Setelah miselium tumbuh sekitar setengah bagian dari baglog, baglog dapat dipindahkan ke rumah kumbung. Di dalam rumah kumbung, miselium terus tumbuh hingga memenuhi baglog sehingga kedua ujung baglog perlu disobek dengan pisau yang steril. Untuk menjaga tingkat kelembapan rumah kumbung, lakukan penyemprotan air dengan menggunakan sprayer.