Langkah-langkah Budidaya Tanaman Stevia

Pertanianku— Stevia merupakan salah satu tanaman bahan pemanis yang sering digunakan sebagai gula tebu. Pemanis dari tanaman ini diklaim lebih sehat karena kandungan kalorinya lebih rendah. Tanaman ini sudah populer sejak lama di beberapa negara maju, seperti Korea dan Jepang. Pasar stevia di luar negeri tergolong tinggi. Oleh karena itu, budidaya tanaman stevia dapat menjadi peluang usaha yang berpotensial.

budidaya tanaman stevia
foto: Pixabay

Perbanyakan tanaman stevia

Stevia dapat diperbanyak dengan biji, setek, dan kultur jaringan. Apabila menggunakan biji untuk memperbanyak tanaman, pilihlah biji berwarna hitam karena biji tersebut memiliki daya kecambah yang lebih tinggi. Sebagian besar biji dapat berkecambah setelah 4—6 hari pada suhu 25°C.

Namun, perbanyakan stevia yang paling umum dilakukan dengan setek batang pucuk dan setek batang tunas samping. Bibit yang dihasilkan dari perbanyakan vegetatif ini lebih seragam.

Pembibitan sebaiknya dilakukan di tengah lokasi rencana penanaman stevia agar pengangkutan bibit lebih dekat dan mudah. Tanaman stock atau tetua sumber setek yang dianggap unggul ditanam dalam bedengan yang digunakan sebagai sumber penyediaan setek. Satu tanaman stock dapat menghasikan 4—20 setek, bergantung pada umur. Setek lebih efektif diperbanyak pada wadah multitray.

Setelah berumur tiga minggu, setek sudah membentuk perakaran yang baik dengan tinggi tunas 10 cm dan 2—3 pasang daun baru. Bibit setek tersebut sudah siap ditanam di lahan.

Pengolahan lahan

Lahan bekas hutan sekunder atau lama tidak digunakan perlu diolah terlebih dahulu dengan pemotongan pohon dan pembersihan tanggul pohon serta semak. Stevia umumnya ditanam di dataran tinggi. Di Indonesia biasanya tanaman ini ditanam di daerah perbukitan sehingga perlu dibuat terasering terlebih dahulu.

Baca Juga:  Tanaman Buah yang Sulit Ditanam di Pot

Lahan perlu dibajak dengan traktor atau menggunakan cangkul. Lahan paling tidak dibajak satu kali dan satu kali digaru atau dicangkul sedalam 25 cm untuk memperoleh tanah yang gembur. Setelah itu, berikan pupuk kandang sebanyak 10—20 ton per hektare dan pupuk dasar SP-36 100 kg per hektare. Jika memungkinkan, gunakan pupuk kandang ayam petelur karena mengandung hara yang lebih tinggi.

Bedengan

Bedengan dibuat dengan ketinggian sekitar 15—20 cm, lebar 100—150 cm, dan panjang 10 m atau disesuaikan dengan kondisi lahan. Jarak antarbedengan sekitar 50 cm untuk memudahkan pekerja beraktivitas. Bedengan tersebut ditutup dengan mulsa plastik untuk menekan pertumbuhan gulma. Pada mulsa tersebut dibuat lubang dengan menggunakan kaleng seng berdiameter 3 cm dan berisi bara.

Selain mulsa plastik, Anda juga bisa menggunakan mulsa organik seperti jerami padi, serasah daun, daun tebu, daun rumbia, atau bahan organik lainnya. Mulsa tersebut harus diatur agar dapat bertahan selama 3—4 bulan.

Penanaman

Jarak tanam yang digunakan untuk menanam stevia sebesar 25 cm × 25 cm dengan populasi 90.000 tanaman per hari. Semakin tinggi kerapatan tanaman, akan semakin tinggi juga total biomassa daun, tetapi kondisi kelembapan udara semakin tinggi juga sehingga tanaman rentan terserang penyakit.

Penanaman dilakukan pada pagi, sore, atau ketika mendung. Setelah penanaman, berikan penyiraman untuk mencegah bibit layu dan penyatuan akar dengan tanah. Tanaman baru mulai membentuk daun setelah berumur 1 minggu setelah tanam.