Langkah-langkah Membuat Minyak Kencur

Pertanianku — Kencur (Kaempferia galanga Linn.) termasuk suku tumbuhan Zingiberaceae  dan tergolong sebagai jenis empon-empon berdaging buah paling lunak dan tidak berserat. Kencur dapat diolah menjadi minyak melalui proses penyulingan. Minyak kencur terbuat dari rimpang yang sudah tua dengan ciri-ciri tanaman yang sudah mengering.

minyak kencur
foto: pixabay

Varietas kencur yang bagus digunakan sebagai bahan baku pembuatan minyak kencur adalah Galesia-2 yang diproduksi oleh Balitro. Berikut ini langkah-langkah pembuatan minyak kencur.

Persiapan rimpang

Rimpang kencur yang sudah tersedia dicuci hingga bersih, kemudian dipotong tipis-tipis dengan ketebalan sekitar 3 mm. Rimpang kencur yang sudah diiris, dikeringkan hingga kadar airnya berkurang menjadi 10—15 persen. Pengeringan dapat dilakukan dengan bantuan sinar matahari langsung atau dengan bantuan mesin oven.

Potongan rimpang yang sudah kering langsung digiling dan diayak hingga bahan halus. Gunakan kain blacu di bagian sarangan sebagai penahan.

Proses pembuatan minyak

Proses penyulingan diawali dengan memasukkan air terlebih dahulu hingga batas yang diinginkan. Pada water and steam distillation, air dimasukkan hingga mendekati batas sarangan.

Selanjutnya, masukkan bahan ke ketel suling. Sebelum proses penyulingan dimulai, pastikan bahwa semua sambungan, lubang inlet ataupun outlet telah tertutup rapat. Hal ini penting dilakukan untuk menghindari kebocoran yang berakibat keluarnya semburan liar uap dan terbuangnya uap atsiri.

Pastikan air di dalam kondensor tersedia dalam jumlah yang diperlukan. Air berperan penting untuk memperlancar proses kondensasi.

Setelah semua instalasi dipastikan aman dan bekerja dengan baik, nyalakan api hingga suhu dan tekanan mencapai ukuran yang diinginkan. Segera setelah air mendidih, minyak sudah dapat terlihat pada tabung pemisah.

Lama penyulingan bergantung pada jumlah bahan dan kapasitas ketel yang digunakan. Proses penyulingan selesai saat adanya minyak yang terlihat di tabung pemisah. Minyak yang keluar segera ditampung di wadah dengan membuka keran pada tabung pemisah. Konstruksi wadah penampung hendaknya dapat menghindari penguapan yang lebih banyak, misalnya menggunakan botol dengan mulut yang kecil.

Baca Juga:  Mengenal Lebih Dekat Cilantro Si Tanaman Aromatik